Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Samarinda-KoPi|Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak akhirnya mencabut izin 2 perusahaan di bawah naungan Gunung Bayan Resources, yakni PT Fajar Sakti Prima (FSP) dan Bara Tabang (21/8) karena terbukti melanggar Dokumen Analinsa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya melintas di Sungai Belayan saja, bukan di Sungai Kedang Kepala. Selain itu mereka juga melanggar kapasitas yang seharusnya hanya 2700 ton, namun di lapangan ternyata memuat 8000 ton.

Selain itu, dengan masuknya Ponton Batubara di Sungai Kedang Kepala dikhawatirkan akan mengganggu habitat pesut Mahakam atau lumba-lumba Sungai Mhakam yang sering muncul di situ, mengganggu kawasan lahan Gambut, serta merusak ratusan keramba ikan milik warga.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris / Irrawady Dolphin) merupakan satwa langka yang dilindungi pemerintah melalui UU dan dinyatakan sebagai satwa yang terancam punah oleh IUCN. Populasi mereka yang tersisa 86 ekor harus dilindungi dan dilestarikan semua pihak sehingga tidak punah seperti Baiji yang ada di sungai Cina. Pesut Mahakam juga terdapat di Myanmar dan Kamboja, namun dengan status yang sama dengan yang ada di Indonesia, yakni sama - sama terancam punah.

Beberapa aktivis lingkungan hidup dan ormas gabungan seperti Jatam Kaltim, Komunitas Save The Mahakam Dolphin, menyambut gembira keputusan tegas Gubenur Kaltim tersebut dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah mendukung gerakan penyelamatan lumba-lumba air tawar Mahakam.

Sebelumnya, 19 Agustus 2015 lalu, perwakilan tersebut ialah Merah Johansyah (Jatam), Innal Rahman dan Septy Adji (Komunitas Save the Mahakam Dolphin) bertemu Gubenur Awang Faroek untuk mendesak pembekuan perusahaan-perusahaan yang mengancam kelestarian lumba-lumba Mahakam.

back to top