Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang
Surabaya-KoPi| Yayasan Pelangi Indonesia pada kamis (3/9) mengadakan pelatihan pada jurnalis Surabaya di Hotel Mercure Surabaya. Dalam pelatihan tersebut, para awak media diperkenalkan dengan teknologi baru berbasis komputer dalam menerapkan kemungkinan penggunaan emisi dan sumber daya  di Indonesia pada tahun 2050.

Bekerja sama dengan Kedutaan Inggris untuk Indonesia dan Kementrian ESDM, Yayasan Pelangi Indonesia memberikan sajian mengenai kemungkinan yang terjadi pada Indonesia di 2050 mendatang. “Data yang diinput di sini nantinya akan jadi gambaran besar mengenai penggunaan energi di Indonesia 2050 mendatang. Jika kita stagnan menggunakan energi seperti saat ini sampai 2050 nanti, kita bisa lihat dampak terjadinya seperti apa,” tutur Wira Dillon selaku ketua Yayasan Pelangi Indonesia.

Wira menjelaskan kondisi tersebut dengan efek rumah kaca yang akan secara perlahan menggerus dunia. Dampak nyata dari perubahan iklim bahkan sudah dirasakan seluruh masyarakat di dunia. Sebelumnya, Stuart Bruce, Climate Adviser dari Kedubes Inggris untuk Indonesia mengatakan dampak nyata bagi Indonesia bahkan sudah sangat dirasakan. “Banjir, kebakaran hutan, kelangkaan pangan dan lain sebagainya merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global,” tutur Stuart kemarin (2/9).

Dengan menggunakan calculator 2050 yang merupakan simulator berbasis web ini mengajak masyarakat untuk turut mengimplimentasikan data di web tersebut. Hal ini nantinya dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan jangka panjang untuk  2050 mendatang.

“Jika kita ingin 2050  penggunaan energi kita efisien, kita bisa mengimplimentasikan cara-cara tertentu di calculator 2050 tersebut. Sehingga itu membantu pemrintah untuk membentuk kebijakan dalam masalah energi dan sumber daya,” lanjut Wira.

“Apa yang kita putuskan hari ini, tentunya akan bermanfaat bagi para penerus kita di masa yang akan datang” tutup Stuart.

Masyarakat dapat mengakses calculator 2050 di http://calculator2050.esdm.go.id/ dan mengikuti petunjuk untuk turut serta memberikan masukan mengenai kebijakan energi dan sumber daya selanjutnya. |Labibah|

back to top