Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang
Surabaya-KoPi| Yayasan Pelangi Indonesia pada kamis (3/9) mengadakan pelatihan pada jurnalis Surabaya di Hotel Mercure Surabaya. Dalam pelatihan tersebut, para awak media diperkenalkan dengan teknologi baru berbasis komputer dalam menerapkan kemungkinan penggunaan emisi dan sumber daya  di Indonesia pada tahun 2050.

Bekerja sama dengan Kedutaan Inggris untuk Indonesia dan Kementrian ESDM, Yayasan Pelangi Indonesia memberikan sajian mengenai kemungkinan yang terjadi pada Indonesia di 2050 mendatang. “Data yang diinput di sini nantinya akan jadi gambaran besar mengenai penggunaan energi di Indonesia 2050 mendatang. Jika kita stagnan menggunakan energi seperti saat ini sampai 2050 nanti, kita bisa lihat dampak terjadinya seperti apa,” tutur Wira Dillon selaku ketua Yayasan Pelangi Indonesia.

Wira menjelaskan kondisi tersebut dengan efek rumah kaca yang akan secara perlahan menggerus dunia. Dampak nyata dari perubahan iklim bahkan sudah dirasakan seluruh masyarakat di dunia. Sebelumnya, Stuart Bruce, Climate Adviser dari Kedubes Inggris untuk Indonesia mengatakan dampak nyata bagi Indonesia bahkan sudah sangat dirasakan. “Banjir, kebakaran hutan, kelangkaan pangan dan lain sebagainya merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global,” tutur Stuart kemarin (2/9).

Dengan menggunakan calculator 2050 yang merupakan simulator berbasis web ini mengajak masyarakat untuk turut mengimplimentasikan data di web tersebut. Hal ini nantinya dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan jangka panjang untuk  2050 mendatang.

“Jika kita ingin 2050  penggunaan energi kita efisien, kita bisa mengimplimentasikan cara-cara tertentu di calculator 2050 tersebut. Sehingga itu membantu pemrintah untuk membentuk kebijakan dalam masalah energi dan sumber daya,” lanjut Wira.

“Apa yang kita putuskan hari ini, tentunya akan bermanfaat bagi para penerus kita di masa yang akan datang” tutup Stuart.

Masyarakat dapat mengakses calculator 2050 di http://calculator2050.esdm.go.id/ dan mengikuti petunjuk untuk turut serta memberikan masukan mengenai kebijakan energi dan sumber daya selanjutnya. |Labibah|

back to top