Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang

Calculator ini prediksi Indonesia 2050 mendatang
Surabaya-KoPi| Yayasan Pelangi Indonesia pada kamis (3/9) mengadakan pelatihan pada jurnalis Surabaya di Hotel Mercure Surabaya. Dalam pelatihan tersebut, para awak media diperkenalkan dengan teknologi baru berbasis komputer dalam menerapkan kemungkinan penggunaan emisi dan sumber daya  di Indonesia pada tahun 2050.

Bekerja sama dengan Kedutaan Inggris untuk Indonesia dan Kementrian ESDM, Yayasan Pelangi Indonesia memberikan sajian mengenai kemungkinan yang terjadi pada Indonesia di 2050 mendatang. “Data yang diinput di sini nantinya akan jadi gambaran besar mengenai penggunaan energi di Indonesia 2050 mendatang. Jika kita stagnan menggunakan energi seperti saat ini sampai 2050 nanti, kita bisa lihat dampak terjadinya seperti apa,” tutur Wira Dillon selaku ketua Yayasan Pelangi Indonesia.

Wira menjelaskan kondisi tersebut dengan efek rumah kaca yang akan secara perlahan menggerus dunia. Dampak nyata dari perubahan iklim bahkan sudah dirasakan seluruh masyarakat di dunia. Sebelumnya, Stuart Bruce, Climate Adviser dari Kedubes Inggris untuk Indonesia mengatakan dampak nyata bagi Indonesia bahkan sudah sangat dirasakan. “Banjir, kebakaran hutan, kelangkaan pangan dan lain sebagainya merupakan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global,” tutur Stuart kemarin (2/9).

Dengan menggunakan calculator 2050 yang merupakan simulator berbasis web ini mengajak masyarakat untuk turut mengimplimentasikan data di web tersebut. Hal ini nantinya dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan jangka panjang untuk  2050 mendatang.

“Jika kita ingin 2050  penggunaan energi kita efisien, kita bisa mengimplimentasikan cara-cara tertentu di calculator 2050 tersebut. Sehingga itu membantu pemrintah untuk membentuk kebijakan dalam masalah energi dan sumber daya,” lanjut Wira.

“Apa yang kita putuskan hari ini, tentunya akan bermanfaat bagi para penerus kita di masa yang akan datang” tutup Stuart.

Masyarakat dapat mengakses calculator 2050 di http://calculator2050.esdm.go.id/ dan mengikuti petunjuk untuk turut serta memberikan masukan mengenai kebijakan energi dan sumber daya selanjutnya. |Labibah|

back to top