Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

“Bina kami agar tak tergoda iming-iming pengembang...”

“Bina kami agar tak tergoda iming-iming pengembang...”
Surabaya – KoPi | Kawasan mangrove merupakan benteng terakhir kelestarian lingkungan di Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan kawasan Wonorejo sebagai kawasan konservasi pada tahun 2007. Namun pemerintah terasa abai dalam perawatan kawasan tersebut. Itu terlihat dari bagaimana kondisi kawasan tersebut.
 

Ratno mengatakan, selama ini penanaman mangrove di Wonorejo menggunakan dana dari CSR perusahaan. Mereka mengambil bibit dari para petani, kemudian ditanam pada saat event-event tertentu. Namun segala perawatan sesudahnya menjadi tanggung jawab petani di kawasan Wonorejo. Pemerintah tak pernah terlihat, bahkan untuk memberi pembinaan atau sosialisasi.

Salah seorang petani tambak, Ratno, mengaku mulai menanam mangrove sejak tahun 2011. Ia kemudian juga mengajak petani-petani lain untuk menanam mangrove. Saat itu produksi tambak bandeng dan udang mereka sudah semakin turun karena pencemaran air.

“Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, menanam mangrove juga menjadi penghasilan tambahan bagi kami. Karena itu banyak rekan-rekan saya yang tertarik,” cerita Ratno.

Mereka memulai tanpa bantuan pemerintah. Namun, mangrove yang mereka kembangkan mampu memenuhi permintaan perusahaan dan pemerintah ketika yang bersangkutan mengadakan kegiatan CSR. Pemeliharaan mangrove menggunakan dana hasil CSR tersebut. Namun jika tidak cukup, tentu saja mereka harus merogoh kocek sendiri.

Meski demikian, Ratno dan kawan-kawannya tetap mengaku sebagai petani tambak. Menanam mangrove hanya pekerjaan sampingan. Mangrove itu juga tidak menghasilkan pendapatan yang pasti. Mangrove tersebut biasanya dipesan oleh para perusahaan atau pemerintah ketika ada kegiatan tanam mangrove massal. Karena itu sifatnya musiman, mengikuti kegiatan CSR yang diadakan perusahaan.

Karena itu ia berharap Pemkot Surabaya sudi memberikan pembinaan untuk mengoptimalkan tambak mereka. Tambak Wonorejo adalah bagian dari ekosistem pantai, menjadi tempat peristirahatan bagi burung-burung migran. Jika tambak sudah tak lagi menjamin kehidupan mereka, siapa yang bisa memastikan para petani tak akan menjual lahan mereka ke pengembang perumahan? Artinya, benteng ekosistem pantai akan semakin terancam.

“Kami mohon agar pemerintah memperhatikan kami. Tambak kami jika sedang bagus bisa menghasilkan setidaknya 4 kuintal per bulan. Kami tidak ingin macam-macam, tidak perlu bantuan yang jumlahnya miliaran. Hanya beri kami penyuluhan dan pembinaan saja, maka kami tidak akan tergiur iming-iming pengembang. Itu bisa jadi penghidupan kami dan menopang pemeliharaan mangrove di sini,” ujar Ratno.

 

back to top