Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Bencana asap Riau akan lumpuhkan SDM Indonesia

Image from Goriau.com Image from Goriau.com
Surabaya - KoPi | Asap Riau yang menjadi sorotan permasalahan lingkungan di Indonesia masih terus berlangsung. Hingga saat ini, jumlah korban yang berjatuhan akibat paparan asap tersebut telah mencapai 57.000 orang. 10 diantaranya meninggal dunia diakibatkan penyakit ISPA.

Mengomentari bencana tersebut, Dr. R. Azizah, Ahli Kesehatan Lingkungan menyesalkan penanaganan yang lambat. Baginya, saat ini penanaganan yang harus dilakukan pemerintah adalah menurunkan seluruh elemen untuk terlibat dalam menangani bencana asap tersebut.

“Semua ahli, masyarakat, LSM, Pemerintah bahu membahu untuk menangani akar permasalahan asap Riau ini. Harus ada aksi nyata. Jangan menunggu, buat peta penyelesaian, cari akar permasalahan dan recovery daerah yang terkena dampaknya” ujar Azizah kepada KoPi.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Airlangga ini mengatakan dampak asap di Riau menimbulkan kerusakan di tiga pilar. Tidak berlanjutnya lingkugan, tidak berlanjutnya ekonomi dan tidak berlanjutnya sosial.

Menurut Azizah, Elemen yang terlibat dibalik asap Riau ini tidak menghiraukan pilar lingkungan dalam tahap pembangunannya. Maka terjadilah bencana asap riau yang mengancam jutaan penduduk di Riau.

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani becana ini dinilai masih sangat minim. Belum banyak keterlibatan para ahli dalam menangani bencana yang akan menyebabkan  kualitas Sumber Daya terancam.

“Jika asap secara terus menerus terpapar oleh manusia, maka akan ada perusakan dalam organ tubuhnya. Masyarakat akan sakit, tidak bisa bekerja, pelumpuhan ekonomi. Maka ini kendala yang akan mengancam masyarakat Riau selanjutnya” tutur Azizah.

“Kita semua harus bergerak bantu masyarakat Riau. Apapun latar belakang kita, pertolongan sangatlah dibutuhkan oleh mereka.” Tutupnya. | Labibah

back to top