Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bencana asap Riau akan lumpuhkan SDM Indonesia

Image from Goriau.com Image from Goriau.com
Surabaya - KoPi | Asap Riau yang menjadi sorotan permasalahan lingkungan di Indonesia masih terus berlangsung. Hingga saat ini, jumlah korban yang berjatuhan akibat paparan asap tersebut telah mencapai 57.000 orang. 10 diantaranya meninggal dunia diakibatkan penyakit ISPA.

Mengomentari bencana tersebut, Dr. R. Azizah, Ahli Kesehatan Lingkungan menyesalkan penanaganan yang lambat. Baginya, saat ini penanaganan yang harus dilakukan pemerintah adalah menurunkan seluruh elemen untuk terlibat dalam menangani bencana asap tersebut.

“Semua ahli, masyarakat, LSM, Pemerintah bahu membahu untuk menangani akar permasalahan asap Riau ini. Harus ada aksi nyata. Jangan menunggu, buat peta penyelesaian, cari akar permasalahan dan recovery daerah yang terkena dampaknya” ujar Azizah kepada KoPi.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Airlangga ini mengatakan dampak asap di Riau menimbulkan kerusakan di tiga pilar. Tidak berlanjutnya lingkugan, tidak berlanjutnya ekonomi dan tidak berlanjutnya sosial.

Menurut Azizah, Elemen yang terlibat dibalik asap Riau ini tidak menghiraukan pilar lingkungan dalam tahap pembangunannya. Maka terjadilah bencana asap riau yang mengancam jutaan penduduk di Riau.

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani becana ini dinilai masih sangat minim. Belum banyak keterlibatan para ahli dalam menangani bencana yang akan menyebabkan  kualitas Sumber Daya terancam.

“Jika asap secara terus menerus terpapar oleh manusia, maka akan ada perusakan dalam organ tubuhnya. Masyarakat akan sakit, tidak bisa bekerja, pelumpuhan ekonomi. Maka ini kendala yang akan mengancam masyarakat Riau selanjutnya” tutur Azizah.

“Kita semua harus bergerak bantu masyarakat Riau. Apapun latar belakang kita, pertolongan sangatlah dibutuhkan oleh mereka.” Tutupnya. | Labibah

back to top