Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Jogjakarta-KoPi|Adanya potensi tsunami pesisisr Temon Kulonprogo membuat banyak pihak merasa keberatan dengan pembangunan bandara baru.

Penasehat hukum Wahana Tri Tunggal, Rizky Fatahillah menanggapi untuk sekadar pembangunan jalan raya tidak memilki risiko tinggi. Sementara untuk pembangunan mega proyek bandara dikhawatirkan menimbulkan banyak kerugian.

“Untuk kepentingan umum itu boleh, semisal untuk jalan raya. Hal itu tidak memadatkan konsentrasi orang. Nah kalau bandara ini kan sangat padat. Ini dikhawatirkan ini menjadi kuburan masal. Di sana potensi tsunami ini jelas. Ini sudah menjadi fakta umum, sudah banyak kajian yang membahasnya," tegas Rizky.

Hal senada juga diungkapkan oleh peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai UGM, Widjo Kongko bahwa pembangunan bandara di Temon, Kulonprogo rawan tsunami.

Dalam studi penelitian Widjo Kongko dkk “Earthquake Tsunami in South Jogjakarta Indonesia: Potential, Simulation Models, and Related Mitigation Efforts” menyebutkan data historis menunjukkan tingginya peristiwa gempa-tsunami di bagian selatan Pulau Jawa.

“Jika pusat gempa terletak di dekat palung Jawa dengan kedalaman dangkal, berpotensi terjadi gempa tsunami, dengan getar relatif lambat tapi resiko tsunami lebih tinggi di wilayah pesisir,” tulisnya.

Menurut kajian penelitian tersebut beberapa titik di pantai selatan daerah Jogjakarta menunjukkan potensi gempa bumi dengan magnitude M 8.2. Hal ini bisa menyebabkan tsunami hingga ketinggian 6 m dan penetrasi hingga 2 km pedalaman dengan daerah Penggenangan sekitar 20 km.

Pembangunan bandara dengan rekayasa teknologi

“Untuk Kabupaten Kulonprogo terpapar tsunami untuk pemukiman sedang, mengingat lokasi agak jauh dari pantai. Tetapi daerah wisata perlu mendapat perhatian serius seperti Pantai Glagah,” jelas Widjo Kongko.
Meskipun memiliki potensi gempa tsunami sedang hingga tinggi, tidak serta merta menutup peluang pembangunan bandara baru di Temon, Kulonprogo.

Dalam hal ini Widjo Kongko optimis bandara baru masih bisa dibangun dengan memanfaatkan rekayasa teknologi.

“Bila tetap dilaksanakan di situ, perlu rekayasa teknis untuk mengurangai dampak tsunami. Melalui pembuatan sand dunes atau tanggul laut kombinasi dengan greenbelt dan peninggian lokasi landasan pacu minimal 4 m,” tulisnya melalui pesan singkat Selasa, 30 Juni 2015.

Mengenai studi penelitian tersebut, Widjo mengakui belum mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Dia menyarankan agar Pemkab mempunyai peta risiko tsunami di pantai selatan DIY.
“Kita (BPPT dan Pemkab) belum pernah ada konsultasi khusus mengenai ini. Saya menyarankan agar Pemkab di Pansela DIY mempunyai peta risiko tsunami dan bisa bekerja sama dengan kami,” imbuh Widjo.

BPPT yang telah melakukan kajian potensi tsunami di pantai selatan DIY, optimis untuk pembangunan bandara baru. Melalui rekayasa infrastruktur secara mendetil dan akurat bisa mengantisipasi resiko tsunami.

back to top