Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Jogjakarta-KoPi|Adanya potensi tsunami pesisisr Temon Kulonprogo membuat banyak pihak merasa keberatan dengan pembangunan bandara baru.

Penasehat hukum Wahana Tri Tunggal, Rizky Fatahillah menanggapi untuk sekadar pembangunan jalan raya tidak memilki risiko tinggi. Sementara untuk pembangunan mega proyek bandara dikhawatirkan menimbulkan banyak kerugian.

“Untuk kepentingan umum itu boleh, semisal untuk jalan raya. Hal itu tidak memadatkan konsentrasi orang. Nah kalau bandara ini kan sangat padat. Ini dikhawatirkan ini menjadi kuburan masal. Di sana potensi tsunami ini jelas. Ini sudah menjadi fakta umum, sudah banyak kajian yang membahasnya," tegas Rizky.

Hal senada juga diungkapkan oleh peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai UGM, Widjo Kongko bahwa pembangunan bandara di Temon, Kulonprogo rawan tsunami.

Dalam studi penelitian Widjo Kongko dkk “Earthquake Tsunami in South Jogjakarta Indonesia: Potential, Simulation Models, and Related Mitigation Efforts” menyebutkan data historis menunjukkan tingginya peristiwa gempa-tsunami di bagian selatan Pulau Jawa.

“Jika pusat gempa terletak di dekat palung Jawa dengan kedalaman dangkal, berpotensi terjadi gempa tsunami, dengan getar relatif lambat tapi resiko tsunami lebih tinggi di wilayah pesisir,” tulisnya.

Menurut kajian penelitian tersebut beberapa titik di pantai selatan daerah Jogjakarta menunjukkan potensi gempa bumi dengan magnitude M 8.2. Hal ini bisa menyebabkan tsunami hingga ketinggian 6 m dan penetrasi hingga 2 km pedalaman dengan daerah Penggenangan sekitar 20 km.

Pembangunan bandara dengan rekayasa teknologi

“Untuk Kabupaten Kulonprogo terpapar tsunami untuk pemukiman sedang, mengingat lokasi agak jauh dari pantai. Tetapi daerah wisata perlu mendapat perhatian serius seperti Pantai Glagah,” jelas Widjo Kongko.
Meskipun memiliki potensi gempa tsunami sedang hingga tinggi, tidak serta merta menutup peluang pembangunan bandara baru di Temon, Kulonprogo.

Dalam hal ini Widjo Kongko optimis bandara baru masih bisa dibangun dengan memanfaatkan rekayasa teknologi.

“Bila tetap dilaksanakan di situ, perlu rekayasa teknis untuk mengurangai dampak tsunami. Melalui pembuatan sand dunes atau tanggul laut kombinasi dengan greenbelt dan peninggian lokasi landasan pacu minimal 4 m,” tulisnya melalui pesan singkat Selasa, 30 Juni 2015.

Mengenai studi penelitian tersebut, Widjo mengakui belum mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Dia menyarankan agar Pemkab mempunyai peta risiko tsunami di pantai selatan DIY.
“Kita (BPPT dan Pemkab) belum pernah ada konsultasi khusus mengenai ini. Saya menyarankan agar Pemkab di Pansela DIY mempunyai peta risiko tsunami dan bisa bekerja sama dengan kami,” imbuh Widjo.

BPPT yang telah melakukan kajian potensi tsunami di pantai selatan DIY, optimis untuk pembangunan bandara baru. Melalui rekayasa infrastruktur secara mendetil dan akurat bisa mengantisipasi resiko tsunami.

back to top