Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Bandara DIY bisa dibangun, asal ada rekayasa teknologi hindari risiko tsunami

Jogjakarta-KoPi|Adanya potensi tsunami pesisisr Temon Kulonprogo membuat banyak pihak merasa keberatan dengan pembangunan bandara baru.

Penasehat hukum Wahana Tri Tunggal, Rizky Fatahillah menanggapi untuk sekadar pembangunan jalan raya tidak memilki risiko tinggi. Sementara untuk pembangunan mega proyek bandara dikhawatirkan menimbulkan banyak kerugian.

“Untuk kepentingan umum itu boleh, semisal untuk jalan raya. Hal itu tidak memadatkan konsentrasi orang. Nah kalau bandara ini kan sangat padat. Ini dikhawatirkan ini menjadi kuburan masal. Di sana potensi tsunami ini jelas. Ini sudah menjadi fakta umum, sudah banyak kajian yang membahasnya," tegas Rizky.

Hal senada juga diungkapkan oleh peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai UGM, Widjo Kongko bahwa pembangunan bandara di Temon, Kulonprogo rawan tsunami.

Dalam studi penelitian Widjo Kongko dkk “Earthquake Tsunami in South Jogjakarta Indonesia: Potential, Simulation Models, and Related Mitigation Efforts” menyebutkan data historis menunjukkan tingginya peristiwa gempa-tsunami di bagian selatan Pulau Jawa.

“Jika pusat gempa terletak di dekat palung Jawa dengan kedalaman dangkal, berpotensi terjadi gempa tsunami, dengan getar relatif lambat tapi resiko tsunami lebih tinggi di wilayah pesisir,” tulisnya.

Menurut kajian penelitian tersebut beberapa titik di pantai selatan daerah Jogjakarta menunjukkan potensi gempa bumi dengan magnitude M 8.2. Hal ini bisa menyebabkan tsunami hingga ketinggian 6 m dan penetrasi hingga 2 km pedalaman dengan daerah Penggenangan sekitar 20 km.

Pembangunan bandara dengan rekayasa teknologi

“Untuk Kabupaten Kulonprogo terpapar tsunami untuk pemukiman sedang, mengingat lokasi agak jauh dari pantai. Tetapi daerah wisata perlu mendapat perhatian serius seperti Pantai Glagah,” jelas Widjo Kongko.
Meskipun memiliki potensi gempa tsunami sedang hingga tinggi, tidak serta merta menutup peluang pembangunan bandara baru di Temon, Kulonprogo.

Dalam hal ini Widjo Kongko optimis bandara baru masih bisa dibangun dengan memanfaatkan rekayasa teknologi.

“Bila tetap dilaksanakan di situ, perlu rekayasa teknis untuk mengurangai dampak tsunami. Melalui pembuatan sand dunes atau tanggul laut kombinasi dengan greenbelt dan peninggian lokasi landasan pacu minimal 4 m,” tulisnya melalui pesan singkat Selasa, 30 Juni 2015.

Mengenai studi penelitian tersebut, Widjo mengakui belum mendapat respon dari pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Dia menyarankan agar Pemkab mempunyai peta risiko tsunami di pantai selatan DIY.
“Kita (BPPT dan Pemkab) belum pernah ada konsultasi khusus mengenai ini. Saya menyarankan agar Pemkab di Pansela DIY mempunyai peta risiko tsunami dan bisa bekerja sama dengan kami,” imbuh Widjo.

BPPT yang telah melakukan kajian potensi tsunami di pantai selatan DIY, optimis untuk pembangunan bandara baru. Melalui rekayasa infrastruktur secara mendetil dan akurat bisa mengantisipasi resiko tsunami.

back to top