Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Bahaya : Asap Sampah Plastik 300 Kali Lipat Asap Rokok

Bahaya : Asap Sampah Plastik 300 Kali Lipat Asap Rokok

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, Ada dua tipe pengelolaan sampah klasik. Pertama, lingkup kota biasa membebankan sampah kepada pengepul atau dinas kebersihan. Kedua, lingkup pedesaan biasa membakar atau membuangnya sembarangan di sungai atau lahan persawahan.

Menurut sekretariat Dusun ‘Sampah’ Sukunan, Endah menegaskan pengelolaan sampah tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi hanya memindahkan masalah.

“Sebaiknya kita sebagai masyarakat membangun kesadaran akan sampah. Jangan hanya maunya bersih tetapi tidak ada tindakan. Persoalan sampah tidak hanya mengganggu diri sendiri tetapi juga orang lain bahkan lingkungan”, kata Endah.

Dusun Sukunan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta tempat tinggal Endah menjadi pelopor dan model pengelolaan yang berbasis ramah lingkungan. Pengelolaan sampah yang dilakukan berdasarkan prinsip ‘dikembalikan ke asal’. Bila sampah pabrik dikembalikan ke pabrik dan sampah tumbuhan diolah kompos dikembalikan ke tumbuhan.

Khusus untuk sampah plastik Endah menghimbau masyarakat umum untuk tidak membakar sampah plastik. “Kita di Sukunan melarang warga membakar sampah plastik terutama juga kardus Styrofoam karena kalau dibakar mengandung racun dioksin 300 kali lipatnya asap rokok. Kayak gini sangat berbahaya bagi tubuh. Bisa mengganggu perkembangan mental dan memicu kerusakan oragan tubuh dalam jangka waktu yang panjang”, kata Endah.

back to top