Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ayo cat kukumu untuk Hari Badak Internasional!

Ayo cat kukumu untuk Hari Badak Internasional!
KoPi| Nasib badak kian hari makin memprihatinkan. Populasi satwa bercula tersebut kian lama kian menyusut. Bertepatan dengan Hari Badak Internasional (World Rhino Day) yang jatuh pada hari ini (22/9), World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia merilis populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.
 

Menurut WWF Indonesia, saat ini populasi badak Jawa hanya tinggal 60 ekor. Integritas habitatnya bersaing dengan pertumbuhan masif langkap (Arenga obtusifolia), sejenis tanaman palem yang menghalangi sinar matahari menembus bagian bawah hutan. Tanaman langkap menyebabkan pakan alami badak tak dapat tumbuh.

“Ini merupakan salah satu ancaman serius bagi keberlangsungan populasi badak Jawa, selain bencana alam,” kata Arnold Sitompul, Direktur Konservasi WWF Indonesia, dalam press rilis WWF, Senin (21/9).

Menurut Arnold, badak Jawa harus segera dicarikan “rumah baru” selain di Ujung Kulon, sebagai habitat kedua. Ini adalah langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan populasi Badak Jawa di dunia. Kondisi habitat badak Jawa di TNUK sangat rentan oleh bencana alam, karena lokasinya yang dekat Gunung Krakatau. Jika suatu saat gunung tersebut meletus dan menghancurkan habitat badak Jawa, maka umat manusia akan kehilangan salah satu aset keanekaragaman hayati.

Di luar Indonesia, ancaman utama bagi populasi badak adalah perburuan liar. Setiap tahun, ratusan badak putih dan badak hitam Afrika dibantai demi culanya. Cula tersebut dianggap sebagai obat mujarab dalam pengobatan tradisional, terutama bagi penduduk Vietnam. Jika perburuan liar terus berlangsung, diperkirakan badak akan punah pada tahun 2026 mendatang.

Salah satu upaya kampanye penghentian perburuan badak dilakukan oleh Save the Rhino International. Organisasi yang bermarkas di Inggris tersebut mengajak para netizen melakukan kampanye penghentian perburuan badak lewat nail arts. Mereka mengajak netizen mengecat kuku mereka dengan cat atau gambar bertema badak, lalu mengunggahnya di media sosial dengan hashtag #nailit4rhinos. Mengapa kuku? 

Hal itu tak lain karena kuku manusia terbuat dari bahan yang sama dengan cula badak, yaitu keratin. Artinya, mengkonsumsi cula badak sebagai obat sama saja memakan kuku kita sendiri. Keratin sendiri sama sekali tidak memiliki nutrisi jika dikonsumsi. Segala macam klaim mengenai efektivitas cula badak dalam pengobatan tradisional hanyalah imajinasi manusia belaka.

back to top