Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Sleman-KoPi|Selama sepekan terakhir masyarakat DIY digelisahkan dengan pemberitaan  media tentang nata de coco. Penggunaan pupuk ZA di pabrik milik DA untuk pembuatan nata de coco dianggap mercuni konsumen.

Penyegelan usaha nata decoco seketika  melumpuhkan produksi nata de coco yang telah berjalan puluhan tahun lamanya. Bahkan imbasnya telah merambah pengusaha nata di Jawa Timur, dan Jawa barat.

Salah satu pengusaha nata decoco asal Godean, Puryono marah dengan pemberitaan media yang kurang berimbang tentang natade coco. Menurut Puryono media terlalu mempelintir kasus nata decoco. Bagi Puryono seharusnya masyarakat dipahamkan terlebih dahulu tentang posisi pengusaha nata.

“Masyarakat selama ini salah kaprah, dalam nata decoco ada dua kelompok besar. Pertama kelompok tani nata, penghasil nata decoco. Kedua, pengusaha makanan dan minuman yang memanfatkan nata decoco (industri) ”, papar Puryono.

Peran petani nata decoco hanya menyediakan media bakteri acetobacter xilynum untuk membuat nata decoco. Sementara pengusaha industri melanjutkan pengemasan nata decoco sesuai pesanan merk perusahaan lain.
“Jadi tugas petani, hanya membiakan bakteri itu”

Untuk memberi penjelasan kepada masyarakat Puryono memaparkan proses pembuatan nata decoco dengan sistem hidroponik:

Bahan membuat media:

·    Air kelapa, untuk nutrisi
·    Gula, untuk karbon
·    Pupuk ZA, untuk meningkatkan kekuatan dan mempercepat pengembiakan bakteri
·    Asam cuka, mengkondisikan habitat bakteri

Menyiapkan media untuk pengembangbiakan bakteri:

§    air kelapa100 liter
§    Gula 0,4 %
§    ZA 0,4 %
§    Cuka 40 cc

Rumusan di diatas berdasarkan rujukan para pakar, buku dan hasil seminar loka karya. Sehingga penggunaan pupuk ZA dalam prosesnya bukanlah suatu yang menyalahi aturan. Pasalnya ambang batas penggunaan pupuk ZA 1%, sementara petani nata hanya menggunakan 0,4 %.

Meskipun berdasarkan rujukan yang ilmiah pihak BPOM DIY, praktisi pertanian dan dinas terkiat lainnya tetap menganjurkan untuk menggunakan foodgrad. |Winda Efanur FS |

back to top