Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Pembuatan nata decoco sudah benar, karena pakai rujukan pakar

Sleman-KoPi|Selama sepekan terakhir masyarakat DIY digelisahkan dengan pemberitaan  media tentang nata de coco. Penggunaan pupuk ZA di pabrik milik DA untuk pembuatan nata de coco dianggap mercuni konsumen.

Penyegelan usaha nata decoco seketika  melumpuhkan produksi nata de coco yang telah berjalan puluhan tahun lamanya. Bahkan imbasnya telah merambah pengusaha nata di Jawa Timur, dan Jawa barat.

Salah satu pengusaha nata decoco asal Godean, Puryono marah dengan pemberitaan media yang kurang berimbang tentang natade coco. Menurut Puryono media terlalu mempelintir kasus nata decoco. Bagi Puryono seharusnya masyarakat dipahamkan terlebih dahulu tentang posisi pengusaha nata.

“Masyarakat selama ini salah kaprah, dalam nata decoco ada dua kelompok besar. Pertama kelompok tani nata, penghasil nata decoco. Kedua, pengusaha makanan dan minuman yang memanfatkan nata decoco (industri) ”, papar Puryono.

Peran petani nata decoco hanya menyediakan media bakteri acetobacter xilynum untuk membuat nata decoco. Sementara pengusaha industri melanjutkan pengemasan nata decoco sesuai pesanan merk perusahaan lain.
“Jadi tugas petani, hanya membiakan bakteri itu”

Untuk memberi penjelasan kepada masyarakat Puryono memaparkan proses pembuatan nata decoco dengan sistem hidroponik:

Bahan membuat media:

·    Air kelapa, untuk nutrisi
·    Gula, untuk karbon
·    Pupuk ZA, untuk meningkatkan kekuatan dan mempercepat pengembiakan bakteri
·    Asam cuka, mengkondisikan habitat bakteri

Menyiapkan media untuk pengembangbiakan bakteri:

§    air kelapa100 liter
§    Gula 0,4 %
§    ZA 0,4 %
§    Cuka 40 cc

Rumusan di diatas berdasarkan rujukan para pakar, buku dan hasil seminar loka karya. Sehingga penggunaan pupuk ZA dalam prosesnya bukanlah suatu yang menyalahi aturan. Pasalnya ambang batas penggunaan pupuk ZA 1%, sementara petani nata hanya menggunakan 0,4 %.

Meskipun berdasarkan rujukan yang ilmiah pihak BPOM DIY, praktisi pertanian dan dinas terkiat lainnya tetap menganjurkan untuk menggunakan foodgrad. |Winda Efanur FS |

back to top