Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Klorin dalam pembalut, ini loh yang harusnya dilakukan

Klorin dalam pembalut, ini loh yang harusnya dilakukan

Hasil penelitian yang baru-baru ini dilkeluarkan oleh YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) membuat ketar ketir sejumlah masyarakat, terutama wanita. Pasalnya, dalam hasil penelitian tersebut ada penggunaan bahan jenis klorin dalam pembalut wanita. Klorin itu sendiri merupakan bahan penyebab timbulnya iritasi.

Jakarta-KoPI| Dalam hasil penelitan tersebut, angka penggunaan klorin tertinggi adalah pada pembalut CHARM yang memiliki kadar 54.73 ppm. Sedang hasil terendah di nomor 9 pembalut jenis Softness dengan kadar 6.05 ppm.

Ilyani Sudrajat, selaku anggota harian YLKI mengatakan bahwa iritasi yang disebabkan dari pembalut yang mengandung klorin akan menyebabkan munculnya beragam penyakit. Iritasi yang secara terus menerus dapat menimbulkan masuknya virus dan bakteri pada tubuh manusia.

“Salah satunya adalah pemicu munculnya penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim” ujarnya kepada KoPi.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh perempuan untuk menghindari adanya iritasi yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut?

Ilyani mengatakan dalam penelitian tersebut YLKI melakukan uji perbandingan. Artinya sampel yang digunakan diambil dari pasar, hasilnya diberikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memilih mengenai data yang YLKI sajikan.

“Jika mereka memilih untuk ambil produk dengan kadar terendah, it’s not problem. Itu resiko yang harus dipilih masyarakat. Konsumen memiliki kekuatan dan hak pilih mengenai barang yang ada di pasar,” ujarnya.

Tahap yang paling penting yang harus dilakukan wanita, lanjut Ilyani adalah cerdas dalam menggunakan. Pembalut atau pentyliner seharusnya digunakan hanya dalam keadaan wanita membutuhkan. Seperti saat menstruasi atau keputihan.

“Jangan gunakan pembalut atau pentyliner di luar kebutuhan. Beri nafas pada organ intim wanita agar tidak secara terus menerus terpapar barang tersebut,” ujarnya.

Bagi Ilyani, situasi organ intim saat tidak menggunakan pembalut atau pantyliner adalah saat yang tepat untuk pengembangan mickro baik. Dengan begitu daya tahan tubuh manusia meningkat.

“Gunakan pembalut dan pantyliner hanya dalam keadaan darurat saja. Di luar itu, hindari pemakaiannya. Itu yang seharusnya diperhatikan oleh perempuan,” lanjutnya.

BACA JUGA: 

Pembalut mengandung klorin ternyata memicu kanker servix
Pampers juga mengandung klorin?
Klorin itu racun, Kemenkes harus lindungi masyarakat
Duh, pembalut herbal ternyata lebih berbahaya

 

back to top