Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kekerasan pada anak

Kekerasan pada anak

Sub Judul

KoPi-Posisi anak di dalam keluarga selalu berada di posisi yang rentan akan tindak kekerasan karena paradigma anak sebagai obyek dalam keluarga, maka posisi lemah ini selalu diekspolitasi orang dewasa. Data yang dilansir Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat dalam semester I di tahun 2013 atau mulai Januari sampai akhir Juni 2013 ada 1032 kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia.

Dari jumlah itu kekerasan fisik tercatat ada 294 kasus atau 28 persen, kekerasan psikis 203 kasus atau 20 persen dan kekerasan seksual 535 kasus atau 52 persen. Bahkan, dalam tiga bulan pertama 2014, Komnas PA menerima 252 laporan kekerasan pada anak. Hal ini mengukuhkan anggapan bahwa anak seringkali menjadi obyek kekerasan.Masyarakat tersentak belakangan ini  rentetan kasuskekerasan anak yang terjadi Indonesia. Mula-mula kasus pelecehan seksual di  JIS (Jakarta International School) kemudian disusul predator pedofilia bernama Andri Sobari alias Emon. Kasus yang pertama terjadi di institusi sekolah yang bertaraf Internasional, sedangkan yang berikutnya seseorang yang telah melakukan pencabulan kepada 120 anak. Padahal sejatinya 2 peristiwa tersebut ibarat gunung es yang sebenarnya perilaku kekerasan pada anak ini jamak tejadi dan penanganannya belumlah serius.

Apa Yang Salah?

Menurut Ketua LPAI Jatim, Sinung D. Kristanto mengatakan bahwa ada yang salah dari perundang-undangan kita terkait anak. Semakin berkembangnya zaman tidak dibarengi upaya untuk melakukan pencegahan dan peningkatan perlindungan anak. adanya peningkatan jenis kasus kekerasan pada anak namun instrumen pencegahan maupun penindakan terhadap kasus tersebut stagnan, tidak mengikuti perkembangan dinamika kekerasan pada anak. Produk Undang-Undang hanya sampai pada melindungi anak, belum menyentuh aspek pemenuhan hak anak.


Perlunya Undang-Undang Pemenuhan Hak Anak

back to top