Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kekerasan pada anak

Kekerasan pada anak

Sub Judul

KoPi-Posisi anak di dalam keluarga selalu berada di posisi yang rentan akan tindak kekerasan karena paradigma anak sebagai obyek dalam keluarga, maka posisi lemah ini selalu diekspolitasi orang dewasa. Data yang dilansir Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat dalam semester I di tahun 2013 atau mulai Januari sampai akhir Juni 2013 ada 1032 kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia.

Dari jumlah itu kekerasan fisik tercatat ada 294 kasus atau 28 persen, kekerasan psikis 203 kasus atau 20 persen dan kekerasan seksual 535 kasus atau 52 persen. Bahkan, dalam tiga bulan pertama 2014, Komnas PA menerima 252 laporan kekerasan pada anak. Hal ini mengukuhkan anggapan bahwa anak seringkali menjadi obyek kekerasan.Masyarakat tersentak belakangan ini  rentetan kasuskekerasan anak yang terjadi Indonesia. Mula-mula kasus pelecehan seksual di  JIS (Jakarta International School) kemudian disusul predator pedofilia bernama Andri Sobari alias Emon. Kasus yang pertama terjadi di institusi sekolah yang bertaraf Internasional, sedangkan yang berikutnya seseorang yang telah melakukan pencabulan kepada 120 anak. Padahal sejatinya 2 peristiwa tersebut ibarat gunung es yang sebenarnya perilaku kekerasan pada anak ini jamak tejadi dan penanganannya belumlah serius.

Apa Yang Salah?

Menurut Ketua LPAI Jatim, Sinung D. Kristanto mengatakan bahwa ada yang salah dari perundang-undangan kita terkait anak. Semakin berkembangnya zaman tidak dibarengi upaya untuk melakukan pencegahan dan peningkatan perlindungan anak. adanya peningkatan jenis kasus kekerasan pada anak namun instrumen pencegahan maupun penindakan terhadap kasus tersebut stagnan, tidak mengikuti perkembangan dinamika kekerasan pada anak. Produk Undang-Undang hanya sampai pada melindungi anak, belum menyentuh aspek pemenuhan hak anak.


Perlunya Undang-Undang Pemenuhan Hak Anak

back to top