Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Warga Temon Kulonprogo siap hadapi banding Pemprov DIY

Jogjakarta-KoPi| Setelah hakim PTUN Jogjakarta  memenangkan gugatan masyarakat Kulonprogo dua pekan lalu (25/6) berkaitan dengan rencana pembangunan bandara di Kulonprogo, pihak Pemprov DIY tampaknya akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Menanggapi itu, warga Temon Kulonprogo, dalam hal ini Wahana Tri Tunggal (WTT) menyatakan siap bertahan dan melawan. Demikian Rizky Fatahillah, penasehat hukum WTT menegaskan.

“Kami sudah siap, ini kami dalam posisi menunggu. Warga juga siap menghadapi, mereka mengerti proses perjuangan belum selesai,” papar Rizky melalui pesan teks.

Salah satu anggota Tim Percepatan PT. Angkasa Pura I (PT. AP I), Haryadi tidak banyak komentar ketika dikonfirmasi tentang rencana ini. Sementara pihak Pemrov pun tidak bersedia dimintai keterangan.

“Tahap kontruksi dan pengoperasian menjadi wewenang PT. Angkasa Pura I, tapi keputusan ke MA dilakukan oleh Pemprov karena yang kemarin digugat dan dibatalkan hakim kan IPL Gubernur DIY,” tulis Haryadi.

Seperti telah diberitakan dua pekan lalu,Selasa (25/6/15) Wahana Tri Tunggal, komunitas masyarakat petani berhasil memenangkan gugatan IPL (Izin Penetapan Lokasi) dari Surat Keputusan Gubenur DIY No 68/Kep/2015. Kawasan Temon Kulonprogo yang ditetapkan sebagai pengembangan bandara internasional yang baru, dinilai tidak layak. Kawasan tersebut berpotensi bencana tsunami dan melanggar Rencana Tata Ruang Wilayah.

back to top