Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Sidang perkara dana Persiba, pemeriksaan Dahono dan Maryani

Dahono menunjukan berita acara dana hibah kepada hakim Dahono menunjukan berita acara dana hibah kepada hakim

Jogjakarta-KoPi| Setelah terlepasnya status tersangka Idham Samawi atas korupsi dana hibah KONI Bantul 2011, sidang melanjutkan pemeriksaan tersangka Dahono mantan bendahara Persiba Bantul dan Maryani pemiliki PT. Trijaya Mandiri penyedia jasa akomodasi tim Persiba Bantul.

Dalam pendakwaannya ketua hakim Barita Saragih mempertegas kembali kewenangan Dahono selaku bendahara Persiba Bantul menerima dana hibah KONI 2011.

Dana hibah KONI 2011 pencairannya dibagi dalam dua termin. Pertama, melalui APBD murni sebesar Rp 8 miliar dan APBD tambahan sebesar 4,5 miliar. Total 12,5 miliar disalurkan pada cabang olahraga bola kaki, voli, tenis dan cabang olaharga lain.

Dahono menjelaskan pemanfaatan dana sesuai dengan tagihan pembayaran yang ada. Secara tegas dirinya menampik dugaan adanya mark up dan pembayaran tagihan fiktif kepada PT. AuliaTrijaya Mandiri.

“Penggunaan dari hibah daerah sesuai perintah manajer (Idham Samawi),” kata Dahono.

Beberapa pertanyaan hakim Barita Saragih menyudutkan posisi Dahono mengenai fungsi dan kewenangan bendahara pencairan dana hibah KONI 2011.

"Dalam kapasitas apa Saudara menerima uang itu (dana hibah), yang punya kuasa semestinya ketua KONI?", tanya hakim Barita Saragih.

Dahono kesulitan menjawab pertanyaan hakim, dirinya hanya menunjukan surat berita acara yang diklaim sebagai surat kuasa penerimaan dana hibah KONI 2011.

Alotnya pemeriksaan juga terjadi pada terdakwa Maryani. Maryani selaku pemilik PT. Aulia mengatakan tidak mengetahui tagihan yang diajukan kepada pihak tim Persiba bisa menggelembung hingga ratusan juta.

“Tidak tahu kalau didanai dari sana,” jawab Maryani mengingkari tuduhan hakim. |Winda Efanur FS|

back to top