Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sidang perkara dana Persiba, pemeriksaan Dahono dan Maryani

Dahono menunjukan berita acara dana hibah kepada hakim Dahono menunjukan berita acara dana hibah kepada hakim

Jogjakarta-KoPi| Setelah terlepasnya status tersangka Idham Samawi atas korupsi dana hibah KONI Bantul 2011, sidang melanjutkan pemeriksaan tersangka Dahono mantan bendahara Persiba Bantul dan Maryani pemiliki PT. Trijaya Mandiri penyedia jasa akomodasi tim Persiba Bantul.

Dalam pendakwaannya ketua hakim Barita Saragih mempertegas kembali kewenangan Dahono selaku bendahara Persiba Bantul menerima dana hibah KONI 2011.

Dana hibah KONI 2011 pencairannya dibagi dalam dua termin. Pertama, melalui APBD murni sebesar Rp 8 miliar dan APBD tambahan sebesar 4,5 miliar. Total 12,5 miliar disalurkan pada cabang olahraga bola kaki, voli, tenis dan cabang olaharga lain.

Dahono menjelaskan pemanfaatan dana sesuai dengan tagihan pembayaran yang ada. Secara tegas dirinya menampik dugaan adanya mark up dan pembayaran tagihan fiktif kepada PT. AuliaTrijaya Mandiri.

“Penggunaan dari hibah daerah sesuai perintah manajer (Idham Samawi),” kata Dahono.

Beberapa pertanyaan hakim Barita Saragih menyudutkan posisi Dahono mengenai fungsi dan kewenangan bendahara pencairan dana hibah KONI 2011.

"Dalam kapasitas apa Saudara menerima uang itu (dana hibah), yang punya kuasa semestinya ketua KONI?", tanya hakim Barita Saragih.

Dahono kesulitan menjawab pertanyaan hakim, dirinya hanya menunjukan surat berita acara yang diklaim sebagai surat kuasa penerimaan dana hibah KONI 2011.

Alotnya pemeriksaan juga terjadi pada terdakwa Maryani. Maryani selaku pemilik PT. Aulia mengatakan tidak mengetahui tagihan yang diajukan kepada pihak tim Persiba bisa menggelembung hingga ratusan juta.

“Tidak tahu kalau didanai dari sana,” jawab Maryani mengingkari tuduhan hakim. |Winda Efanur FS|

back to top