Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Polres Pemalang sita 11,6 ton pupuk bersubsidi

Polres Pemalang sita 11,6 ton pupuk bersubsidi

Pemalang – KoPi|  Satgas 7 Polres Pemalang , diwakili oleh Sat Reskrim , Senin (3/6) sekitar pukul 19:30 WIB berhasil menyita 11,675 ton pupuk bersubsidi yang ditimbun di gudang  KUM binti YAS (36 th) di Desa Nyamplungsari Rt 09 Rw 02 – Petarukan.

Pihak Polres Pemalang memberikan keterangan Kum membeli pupuk bersubsidi dari sejumlah kios di Petarukan, diantaranya Desa Ujenggede, Karangasem  milik DIR Pupuk itu jenis ZA, Phonska, Urea dan Petroganik seberat 5 ton. Kemudian membeli Urea 2 ton dari BAS di Desa Loning dari  SRI di Desa Pegundan seberat 1 Ton.

Kemudian dari H. AS di Desa Klareyan berupa pupuk Phonska dan Urea seberat 3 Ton dan dari H. AN di Desa Pegundan berupa Phonska seberat 5 Kwintal, serta sisa dari pembelian sebelumnya sehingga seluruhnya total seberat 11,675 Ton. Sementara itu, menurut keterangani Agen Distributor pupuk bersubsidi wiilayah Kecamatan Petarukan,  KUM bukan merupakan agen pengecer pupuk bersubsidi pemerintah, melainkan hanya sebagai pedagang sembako. Ia terbukti membeli, menimbun dan menjual kembali pupuk bersubsidi.


KUM membeli Pupuk ZA seharga Rp 1.800,-/Kg dijual kembali dengan harga Rp 2.200,-/Kg, Pupuk Phonska/NPK seharga Rp 2.400,-/Kg dijual dengan harga Rp 2.800,-/Kg, Pupuk Urea seharga Rp 1.900,-/Kg dijual kembali dengan harga Rp 2.500,-/Kg, Pupuk Petroganik/Organis seharga Rp 500,-/Kg dijual dengan harga Rp 625,-/Kg.

KUM mengakui  dalam kurun waktu 1,5 tahun, dirinya menekuni usaha jual beli pupuk bersubsidi dan mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan.

Kapolres Pemalang AKBP DEDI WIRATMO, S.I.K menegaskan anggotanya yang tergabung dalam Satgas 7 yaitu Penegakan Hukum Penyelewengan Pendistribusian barang Bersubsidi, memperoleh informasi  ada pedagang sembako di Desa Nyamplungsari yang sering membeli pupuk bersubsidi dalam pengawasan pemerintah dari agen pengecer dalam jumlah yang banyak dan menjualnya kembali dengan harga yang cukup tinggi.

Dari hasil penyelidikan Satgas diatas selama beberapa hari, kemudian dipancing  dengan  menyamar  sebagai  petani  yang  akan  membeli  pupuk,  akhirnya terbongkarlah kejadian tersebut, kata Kapolres.

KUM di duga keras telah melakukan perbuatan pidana : Memiliki, menjual atau memperdagangkan barang dalam pengawasan pemerintah tanpa Izin, sebagaimana diatur dalam bunyi Pasal : 6 ayat (1) huruf b jo. Pasal 1 Ke 3e UU RI Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi, dengan ancaman hukuman penjara selama – lamanya 2 (dua) tahun.

Namun, dengan pertimbangan kemanusiaan dan tersangka proaktif serta sanksi hukum, maka tersangka tidak ditahan, jelas Kapolres.| Joko Longkeyang

back to top