Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

Jogjakarta-KoPi| Direktur Eksekutif PKBI, Chatarina Wahyurini mendesak pemerintah membuat regulasi yang mendukung aborsi aman. Menurut Chatarina aborsi aman dapat menekan tinggginya angka kematian ibu dan anak.


Pasalnya berdasarkan data WHO pada tahun 2007 tercatat sebanyak 14% Angka Kemtian Ibu (AKI) dampak dari aborsi tidak aman. Sedangkan Gulardi Wingjosastro (2001) menyebutkan dampak aborsi tidak aman terhadap AKI bisa mencapai 11-50%.

Fenomena ini terjadi karena pemerintah tidak membuka secara eksplisit kasus aborsi.
Meski mengaku tidak mendukung praktek aborsi secara terang-terangan, namun Chatarina berdalih adanya regulasi mengenai aborsi menjadi jawaban bagi perempuan. Kebijakan ini untuk perlindungan kepada perempuan dari resiko reproduksi.

Selama ini regulasi yang ada melarang praktek aborsi seperi KUHP pasal 299, 341, 342,343, 346-349, fatwa MUI 2005 dan UU No.36 tahun 2009. Sifat pelarangan tersebut akan gugur dengan kondisi darurat medis.

Sementara Chatarina menambahkan praktek aborsi yang difasilitasi oleh PKBI tidak melanggar regulasi secara umum. Pasalnya PKBI hanya menerima pasien yang tengah hamil maksimal 10 minggu.

“Tidak semua yang datang ke kita, kita terima kalau sudah besar ya tidak, maksimal usia kejamilan 10 minggu. Dalam agama pun masih dalam bentuk darah, “ papar Chatarina saat konfeensi pers di Novotel pada Jumat tanggal 4 Desember 2015.

PKBI memfasilitasi aborsi atau Kehamilan Tidak Diinginkan bagi perempuan yang tidak menginginkan kelahiran anaknya.Sebelum memutuskan aborsi, PKBI memberikan nasehat mengenai dampak baik dan buruk dari aborsi. Jalan aborsi ditempuh setelah upaya pendekatan gagal.

Fasilitas klinik PKBI tersebar di 12 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan Semarang. |Winda Efanur FS|

back to top