Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

Jogjakarta-KoPi| Direktur Eksekutif PKBI, Chatarina Wahyurini mendesak pemerintah membuat regulasi yang mendukung aborsi aman. Menurut Chatarina aborsi aman dapat menekan tinggginya angka kematian ibu dan anak.


Pasalnya berdasarkan data WHO pada tahun 2007 tercatat sebanyak 14% Angka Kemtian Ibu (AKI) dampak dari aborsi tidak aman. Sedangkan Gulardi Wingjosastro (2001) menyebutkan dampak aborsi tidak aman terhadap AKI bisa mencapai 11-50%.

Fenomena ini terjadi karena pemerintah tidak membuka secara eksplisit kasus aborsi.
Meski mengaku tidak mendukung praktek aborsi secara terang-terangan, namun Chatarina berdalih adanya regulasi mengenai aborsi menjadi jawaban bagi perempuan. Kebijakan ini untuk perlindungan kepada perempuan dari resiko reproduksi.

Selama ini regulasi yang ada melarang praktek aborsi seperi KUHP pasal 299, 341, 342,343, 346-349, fatwa MUI 2005 dan UU No.36 tahun 2009. Sifat pelarangan tersebut akan gugur dengan kondisi darurat medis.

Sementara Chatarina menambahkan praktek aborsi yang difasilitasi oleh PKBI tidak melanggar regulasi secara umum. Pasalnya PKBI hanya menerima pasien yang tengah hamil maksimal 10 minggu.

“Tidak semua yang datang ke kita, kita terima kalau sudah besar ya tidak, maksimal usia kejamilan 10 minggu. Dalam agama pun masih dalam bentuk darah, “ papar Chatarina saat konfeensi pers di Novotel pada Jumat tanggal 4 Desember 2015.

PKBI memfasilitasi aborsi atau Kehamilan Tidak Diinginkan bagi perempuan yang tidak menginginkan kelahiran anaknya.Sebelum memutuskan aborsi, PKBI memberikan nasehat mengenai dampak baik dan buruk dari aborsi. Jalan aborsi ditempuh setelah upaya pendekatan gagal.

Fasilitas klinik PKBI tersebar di 12 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan Semarang. |Winda Efanur FS|

back to top