Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

PKBI desak pemerintah membuat regulasi aborsi

Jogjakarta-KoPi| Direktur Eksekutif PKBI, Chatarina Wahyurini mendesak pemerintah membuat regulasi yang mendukung aborsi aman. Menurut Chatarina aborsi aman dapat menekan tinggginya angka kematian ibu dan anak.


Pasalnya berdasarkan data WHO pada tahun 2007 tercatat sebanyak 14% Angka Kemtian Ibu (AKI) dampak dari aborsi tidak aman. Sedangkan Gulardi Wingjosastro (2001) menyebutkan dampak aborsi tidak aman terhadap AKI bisa mencapai 11-50%.

Fenomena ini terjadi karena pemerintah tidak membuka secara eksplisit kasus aborsi.
Meski mengaku tidak mendukung praktek aborsi secara terang-terangan, namun Chatarina berdalih adanya regulasi mengenai aborsi menjadi jawaban bagi perempuan. Kebijakan ini untuk perlindungan kepada perempuan dari resiko reproduksi.

Selama ini regulasi yang ada melarang praktek aborsi seperi KUHP pasal 299, 341, 342,343, 346-349, fatwa MUI 2005 dan UU No.36 tahun 2009. Sifat pelarangan tersebut akan gugur dengan kondisi darurat medis.

Sementara Chatarina menambahkan praktek aborsi yang difasilitasi oleh PKBI tidak melanggar regulasi secara umum. Pasalnya PKBI hanya menerima pasien yang tengah hamil maksimal 10 minggu.

“Tidak semua yang datang ke kita, kita terima kalau sudah besar ya tidak, maksimal usia kejamilan 10 minggu. Dalam agama pun masih dalam bentuk darah, “ papar Chatarina saat konfeensi pers di Novotel pada Jumat tanggal 4 Desember 2015.

PKBI memfasilitasi aborsi atau Kehamilan Tidak Diinginkan bagi perempuan yang tidak menginginkan kelahiran anaknya.Sebelum memutuskan aborsi, PKBI memberikan nasehat mengenai dampak baik dan buruk dari aborsi. Jalan aborsi ditempuh setelah upaya pendekatan gagal.

Fasilitas klinik PKBI tersebar di 12 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya dan Semarang. |Winda Efanur FS|

back to top