Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Perlu perbaikan, DPRD Jatim akan rombak sistem pelayanan kesehatan

Perlu perbaikan, DPRD Jatim akan rombak sistem pelayanan kesehatan
Surabaya - KoPi| Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berencana menggodok rancangan peraturan Daerah (Raperda) tentang sistem pelayanan kesehatan. Hal tersebut dilakukan untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di Jawa Timur.
 

Anggota Komisi E DPRD Jatim, M. Eksan di DPRD Jatim, Selasa (8/9) mengatakan Raperda sistem pelayanan kesehatan tersebut masih dalam proses penyusunan oleh Komisi E. Eksan menerangkan, sistem pelayanan kesehatan yang baru itu nantinya akan lebih mengutamakan pelayanan kesehatan preventif. Layanan tersebut akan diberikan terutama pada masyarakat yang belum tercover BPJS.

Lebih lanjut, Eksan juga mengatakan Raperda ini juga akan membahas sistem rujukan secara menyeluruh. Contohnya, jika orang mengalami sakit ringan, ia tidak perlu dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, tapi cukup dilayani di rumah sakit tipe C atau tipe B.

"Dengan cara itu, diharapkan masalah overload di RSUD dr. Soetomo dapat dikurangi. Karena itu kami meminta Dinkes Jatim untuk segera menaikan UPT kesehatan di kabupaten/kota di Jatim untuk agar setara dengan Rumah Sakit Umum tipe C dan tipe B," ujar politisi asal Fraksi Nasdem–Hanura tersebut.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, dr. Agung Mulyono juga berharap Raperda sistem pelayanan kesehatan ini dapat memperbaiki sistem pelayanan kesehatan yang ada di Jatim. Raperda ini juga diharapkan mampu menutup kekurangan pelayanan BPJS. 

Ia menjelaskan, sistem pelayanan kesehatan provinsi ini nantinya mengatur pelayanan kesehatan di Jatim secara menyeluruh. "Mulai dari pelayanan kesehatan tingkat satu hingga tingkat tiga seperti di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, diatur semuanya. Termasuk standar mutu dan prosedur pelayanan sehingga antara pasien dan dokter untuk kebaikan keduanya," ujar Agung.

Politisi asal Fraksi Demokrat ini mengatakan untuk realisasi sistem kesehatan provinsi tersebut ditargetkan selesai dibahas akhir Oktober. Selanjutnya Raperda tersebut akan masuk dalam sidang paripurna DPRD Jatim untuk disahkan menjadi Perda. 

back to top