Logo
Print this page

Perang melawan korupsi juga perlu berjamaah

Perang melawan korupsi juga perlu berjamaah
Surabaya – KoPi | Di tengah upaya pelemahan KPK melalui penangkapan salah satu penyidiknya, lembaga anti-rasuah tersebut tidak berhenti menyerukan perang terhadap korupsi. Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi menyebutkan, perang melawan korupsi memang harus dilakukan dengan berjamaah.
 

Hal tersebut dikatakan Johan dalam kuliah umum “Revolusi Bersih Berjamaah Melawan Korupsi” yang diadakan oleh Universitas Dr. Soetomo Surabaya (6/5). Johan mengatakan KPK sendiri saat ini sedang berusaha membentuk jamaah untuk memerangi korupsi. Ia mengakui saat ini hubungan KPK dengan lembaga penegak hukum lain memang masih kurang harmonis. Namun KPK saat ini juga telah melakukan langkah-langkah untuk memperkuat barisan melawan korupsi.

“Kami sedang bangun komunikasi baru dengan lembaga lain. Kemarin kami berkomitmen membentuk satgas pemberantasan korupsi yang terdiri dari unsur KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung. Sinergi itu yang sekarang kita butuhkan dalam melawan korupsi,” ungkap Johan. 

Ia menambahkan, jika sesama lembaga penegak hukum saling bermusuhan, yang senang adalah para koruptor. Saat ini korupsi sudah masuk ke semua lini. Tidak hanya pejabat, virus korupsi telah menjangkiti profesor, dokter, kiai, ustadz, pendeta, dan suami-istri. Jika tidak dilawan secara bersama-sama, dikhawatirkan bangsa Indonesia akan semakin terpuruk.

Karena itu Johan mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat mulai ikut menjadi subyek pemberantasan korupsi. Kerjasama antara aparat pemerintah, sektor swast, dan masyarakat serta mahasiswa diharapkan menjadi ujung tombak dalam perang melawan korupsi. 

“Jika tidak begitu, pemberantasan korupsi hanya jadi ilusi,” tutur Johan. Pria yang pernah menjadi juru bicara KPK itu mengatakan cara pertama yang bisa dilakukan masyarakat adalah berkomitmen melawan korupsi. Pakta integritas dan pendirian gerakan masyarakat menolak korupsi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan salah satu perwujudan perang berjamaah melawan korupsi.

Dalam acara tersebut, BEM Unitomo sempat memberikan cendera mata kepada Johan Budi, yaitu sapu ijuk dan jebakan tikus yang berisi tikus dan uang mainan.

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.