Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Jogjakarta-KoPi| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menetapkan satu tersangka dalam kasus penambangan pasir ilegal di lereng Merapi di Desa Bagnunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Tersangka dengan inisial HA pemilik CV Pakem Sari beralamat di pakem Sleman.

Dalam kasus ini HA telah melanggar pasal 158 UU no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, “Setiap orang yang melakukan perusahaan pertambangan tanpa IUP dan IPR dipidana penjara paling lama 10 tahun dan densa paling banyak 10 M”
Hingga kini polisi telah memeriksa 22 orang saksi dan sempat berkoordinasi dengan tiga saksi ahli. Saksi ahli terdiri dari satu ahli pertambangan, satu ahli pidana dan satu ahli titik koordinat.

Sebagai barang bukti polisi telah menyita 4 unit excavator, 3 unit tronton, 2 unit drump truck, buku catatan kerja karyawan, buku catatan keluarnya pasir dan uang saku sopir, nota pembelian solar, nota slip tanda bukti pengiriman pasir, serta pasir di TKP sebanyak 20 ribu kubik.

Menurut Dinas PUP-ESDM DIY, Rani Syamsinarsi mengatakan di DIY ada sekitar 48 perijinan yang sudah diterbitkan dan hanya 6 yang bersih. Hal inilah yang menjadi tantangan menteri ESDM, salah satunya mengawasi beberapa perijinan yang habis atau perijinan yang maish berlaku namun tidak beroperasi.

back to top