Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Jogjakarta-KoPi| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menetapkan satu tersangka dalam kasus penambangan pasir ilegal di lereng Merapi di Desa Bagnunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Tersangka dengan inisial HA pemilik CV Pakem Sari beralamat di pakem Sleman.

Dalam kasus ini HA telah melanggar pasal 158 UU no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, “Setiap orang yang melakukan perusahaan pertambangan tanpa IUP dan IPR dipidana penjara paling lama 10 tahun dan densa paling banyak 10 M”
Hingga kini polisi telah memeriksa 22 orang saksi dan sempat berkoordinasi dengan tiga saksi ahli. Saksi ahli terdiri dari satu ahli pertambangan, satu ahli pidana dan satu ahli titik koordinat.

Sebagai barang bukti polisi telah menyita 4 unit excavator, 3 unit tronton, 2 unit drump truck, buku catatan kerja karyawan, buku catatan keluarnya pasir dan uang saku sopir, nota pembelian solar, nota slip tanda bukti pengiriman pasir, serta pasir di TKP sebanyak 20 ribu kubik.

Menurut Dinas PUP-ESDM DIY, Rani Syamsinarsi mengatakan di DIY ada sekitar 48 perijinan yang sudah diterbitkan dan hanya 6 yang bersih. Hal inilah yang menjadi tantangan menteri ESDM, salah satunya mengawasi beberapa perijinan yang habis atau perijinan yang maish berlaku namun tidak beroperasi.

back to top