Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Penambangan pasir liar, Polda DIY tetapkan satu tersangka

Jogjakarta-KoPi| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menetapkan satu tersangka dalam kasus penambangan pasir ilegal di lereng Merapi di Desa Bagnunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman. Tersangka dengan inisial HA pemilik CV Pakem Sari beralamat di pakem Sleman.

Dalam kasus ini HA telah melanggar pasal 158 UU no. 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, “Setiap orang yang melakukan perusahaan pertambangan tanpa IUP dan IPR dipidana penjara paling lama 10 tahun dan densa paling banyak 10 M”
Hingga kini polisi telah memeriksa 22 orang saksi dan sempat berkoordinasi dengan tiga saksi ahli. Saksi ahli terdiri dari satu ahli pertambangan, satu ahli pidana dan satu ahli titik koordinat.

Sebagai barang bukti polisi telah menyita 4 unit excavator, 3 unit tronton, 2 unit drump truck, buku catatan kerja karyawan, buku catatan keluarnya pasir dan uang saku sopir, nota pembelian solar, nota slip tanda bukti pengiriman pasir, serta pasir di TKP sebanyak 20 ribu kubik.

Menurut Dinas PUP-ESDM DIY, Rani Syamsinarsi mengatakan di DIY ada sekitar 48 perijinan yang sudah diterbitkan dan hanya 6 yang bersih. Hal inilah yang menjadi tantangan menteri ESDM, salah satunya mengawasi beberapa perijinan yang habis atau perijinan yang maish berlaku namun tidak beroperasi.

back to top