Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI
Surabaya – KoPi | Hanya dalam selang beberapa hari, dua TKI asal Indonesia dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi. Setelah sebelumnya TKI asal Bangkalan Siti Zaenab, pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Karni binti Medi Tarsim, TKI asal Brebes.
 

Menyangkut hal itu, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah sangat menyesalkan kedua hukuman mati tersebut. Ia mengungkapkan pemerintah sudah lama mendapat kabar bahwa keduanya sudah terancam hukuman mati dan terus berusaha melakukan upaya hukum dan diplomasi. 

Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi tetap melakukan eksekusi tanpa memberitahu pemerintah Indonesia waktu dan tempat pelaksanaannya. “Itu yang kita sesalkan, karena itu sudah menyalahi aturan internasional. Jadi bukan kecolongan,” tukas Hanif di sela acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Hanif menyebutkan selama ini pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja. Hanif mengatakan pemerintah sudah berupaya maksimal untuk mencegah kemungkinan terburuk.

“Semua langkah maksimal sudah dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, pengacara, optimalisasi diplomasi, dan pendekatan informal pada keluarga korban dan ahli waris serta suku asal korban,” ujarnya.

Hanif menyatakan saat ini ada 228 orang WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati di luar negeri. 37 orang di antaranya mereka ini adalah TKI. Mereka semua terlibat dalam berbagai macam kasus, seperti narkotika, kriminal murni, dan ada juga kasus ketenagakerjaan.

 

back to top