Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI
Surabaya – KoPi | Hanya dalam selang beberapa hari, dua TKI asal Indonesia dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi. Setelah sebelumnya TKI asal Bangkalan Siti Zaenab, pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Karni binti Medi Tarsim, TKI asal Brebes.
 

Menyangkut hal itu, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah sangat menyesalkan kedua hukuman mati tersebut. Ia mengungkapkan pemerintah sudah lama mendapat kabar bahwa keduanya sudah terancam hukuman mati dan terus berusaha melakukan upaya hukum dan diplomasi. 

Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi tetap melakukan eksekusi tanpa memberitahu pemerintah Indonesia waktu dan tempat pelaksanaannya. “Itu yang kita sesalkan, karena itu sudah menyalahi aturan internasional. Jadi bukan kecolongan,” tukas Hanif di sela acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Hanif menyebutkan selama ini pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja. Hanif mengatakan pemerintah sudah berupaya maksimal untuk mencegah kemungkinan terburuk.

“Semua langkah maksimal sudah dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, pengacara, optimalisasi diplomasi, dan pendekatan informal pada keluarga korban dan ahli waris serta suku asal korban,” ujarnya.

Hanif menyatakan saat ini ada 228 orang WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati di luar negeri. 37 orang di antaranya mereka ini adalah TKI. Mereka semua terlibat dalam berbagai macam kasus, seperti narkotika, kriminal murni, dan ada juga kasus ketenagakerjaan.

 

back to top