Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani
Surabaya – KoPi | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merespon proses peradilan yang dilakukan Perhutani pada nenek Asiyani. KontraS mencurigai kasus tersebut penuh dengan rekayasa dan kecurangan. KontraS menganggap penghukuman pada Asiyani dengan bukti yang tidak memadai merupakan hal yang tidak manusiawi dan melanggar HAM.
 

“Karena itu kami mendesak pengadilan bisa membebaskan nenek Asiyani. Terlihat banyak kejanggalan dalam proses penyidikan perkara tersebut,” ujar Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir.

Beberapa bukti yang KontraS anggap dibuat-buat antara lain pohon jati yang dihadirkan dalam sidang. Menurut Fatkhul, ketika ditangkap pihak kepolisian, pohon jati yang disita dari rumah Asiyani sudah dipotong-potong karena akan dijadikan tempat tidur. Namun ketika dihadirkan dalam persidangan, pohon jati yang dihadirkan adalah yang masih utuh. Selain itu, jumlah pohon jati yang dihadirkan berjumlah 38, padahal dari rumah Asiyani polisi hanya menyita tujuh pohon. 

KontraS Surabaya sendiri masih memantau perkembangan kasus tersebut, karena kasus tersebut mencuat setelah masuk ke proses persidangan. Fatkhul mengatakan belum ada tim yang dikirim ke Situbondo untuk memantau.

Kasus ini menambah daftar kasus kriminalisasi terhadap petani di Indonesia. Sebelumnya KontraS Surabaya juga memberikan bantuan hukum kepada petani di Banyuwangi terkait kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Wongsorejo. Berdasarkan data KontraS, hingga saat ini ada 11 kasus yang menjerat petani yang diduga hasil rekayasa aparat penegak hukum.

back to top