Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani

KontraS protes tindakan hukum pada Asiyani
Surabaya – KoPi | Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merespon proses peradilan yang dilakukan Perhutani pada nenek Asiyani. KontraS mencurigai kasus tersebut penuh dengan rekayasa dan kecurangan. KontraS menganggap penghukuman pada Asiyani dengan bukti yang tidak memadai merupakan hal yang tidak manusiawi dan melanggar HAM.
 

“Karena itu kami mendesak pengadilan bisa membebaskan nenek Asiyani. Terlihat banyak kejanggalan dalam proses penyidikan perkara tersebut,” ujar Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir.

Beberapa bukti yang KontraS anggap dibuat-buat antara lain pohon jati yang dihadirkan dalam sidang. Menurut Fatkhul, ketika ditangkap pihak kepolisian, pohon jati yang disita dari rumah Asiyani sudah dipotong-potong karena akan dijadikan tempat tidur. Namun ketika dihadirkan dalam persidangan, pohon jati yang dihadirkan adalah yang masih utuh. Selain itu, jumlah pohon jati yang dihadirkan berjumlah 38, padahal dari rumah Asiyani polisi hanya menyita tujuh pohon. 

KontraS Surabaya sendiri masih memantau perkembangan kasus tersebut, karena kasus tersebut mencuat setelah masuk ke proses persidangan. Fatkhul mengatakan belum ada tim yang dikirim ke Situbondo untuk memantau.

Kasus ini menambah daftar kasus kriminalisasi terhadap petani di Indonesia. Sebelumnya KontraS Surabaya juga memberikan bantuan hukum kepada petani di Banyuwangi terkait kriminalisasi yang dilakukan oleh PT Wongsorejo. Berdasarkan data KontraS, hingga saat ini ada 11 kasus yang menjerat petani yang diduga hasil rekayasa aparat penegak hukum.

back to top