Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Kejagung dituntut selesaikan kasus Chevron

Kejagung dituntut selesaikan kasus Chevron
Jakarta-KoPiKejaksaan Agung Republik Indonesia diminta agar segera menuntaskan Kasus Bioremediasi PT. Chevron Pacific Indonesia yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, termasuk menjerat para petinggi Chevron lainnya yang selama ini tidak di sentuh oleh Korps Adhiyaksa itu. 
Pasalnya proyek yang dilakukan oleh perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu diduga melibatkan para petinggi kelas kakap bahkan patut di duga ada keterlibatan unsur lembaga negara dalam proyek itu.

Permintaan tersebut disampaikan oleh gabungan 50 organisasi yang tergabung antara lain : Perhimpunan Simpul Aktivis Seluruh Indonesia (PERSIRA), Persatuan Nasional Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (PENA ISMSI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Indonesia (ILMISPI), Poros Aliansi Basan Eksekutif Mahasiswa Indonesia (Poros BEM-I), Front Gerakan Aktivis Seluruh Indonesia (FRAKSI), LSM Indonesia Committee Transparency (INDOTRANS), Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum (FMPH), Koalisi Nasional Anti Korupsi (KASASI), Dan puluhan organisasi lainnya.

"Kasus Bioremediasi PT. Chevron Pacific Indonesia harus menjadi prioritas Kejagung untuk mengusut sampai tuntas karena kasus ini merupakan preseden buruk bagi keberadaan perusahaan tersebut di indonesia" ungkap Inisiator Gerakan yang juga Presiden PERSIRA, Fuad Bachmid di Jakarta, Jumat (12/12/2014).
 
Menurut Fuad, Kasus yang merugikan negara sebesar Rp. 200 Miliar itu harusnya sudah dapat diusut sampai ke akar-akarnya termasuk menyelidiki keterlibatan pihak lain di internal Chevron Dan Unsur Pemerintah yang selama ini belum tersentuh oleh Kejaksaan sehingga tidak terkesan setengah hati dalam mengungkap kasus tersebut. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan perkembangan berkaitan dengan penyitaan aset-aset PT.Chevron Pasific Indonesia termasuk sejumlah alat-alat bergerak berupa mobil dan truk di pekanbaru riau, sebab sampai saat ini belum ada perkembangan lanjutan dari Kejaksaan Agung berkaitan dengan progres kelanjutan kasus itu.
 
"Termasuk memastikan kapan Tersangka Alexia Tirtawidjaja yang menjadi Buron diseret ke meja hijau yang diduga bersembunyi di AS, inilah yang harus menjadi prioritas Kejaksaan untuk segera mengungkap aktor lain yang selama ini belum tersentuh" katanya

Tak hanya itu, Fuad juga menilai upaya Pemerintah yang cenderung mengomentari soal diskriminasi kasus Chevron dinilai cukup ganjal sebab seharusnya Pemerintah selaku penanggung jawab harusnya bersikap netral dan tidak mengintervensi penyelidikan kasus tersebut, sehingga sangat di khawatirkan adanya tekanan Amerika terhadap pemerintah indonesia terkait kasus itu.
 
"Jangan sampai pemerintah sendiri yang mau menelanjangi dan melecehkan martabat lembaga hukum di indonesia yang sudah diamanatkan oleh undang-undang, apalagi langkah Chevron yang pernah menemui beberapa petinggi pemerintahan semakin menguatkan spekulasi kebanyakan pihak tentang dugaan campur tangan asing dalam mengintervensi kasus tersebut" beber fuad

Sehingga atas dasar itulah, maka pihaknya menyatakan akan mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung RI untuk terus mlanjutkan kasus tersebut tanpa tekanan dari siapapun, bahkan pihaknya berjanji akan menggalang kekuatan besar untuk berdiri dibelakang kejaksaan jikalau ada pihak-pihak yang sengaja mengintervensi.
 
"Mahkotah penegakan hukum hanya berada di atas kepala lembaga Kejaksaan selaku kuasa pengawasan undang-undang, bukan Pemerintah apalagi Amerika Serikat" tutur Fuad

 

back to top