Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kehadirannya telah menyebabkan ketakutan

Kehadirannya telah menyebabkan ketakutan

Tenaga kerja, khususnya buruh adalah kelompok yang dikhawatirkan akan menjadi korban dari dilangsungkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pada penghujung tahun 2015 ini.

Surabaya-KoPi| Masalah utama yang dihadapi buruh dalam MEA mendatang adalah terkait dengan fleksibilitas pasar tenaga kerja. Ekonomi global mensyaratkan perubahan pasar menuju ke arah yang lebih fleksibel dengan mengurangi peran Negara. Ini merupakan salah satu dampak dari liberalisasi pasar yang kemudian akan berdampak buruk bagi buruh.

Dalam Menghadapi MEA mendatang, Indonesia harus memiliki pondasi perekonomian yang lebih berpihak pada rakyat. Yakni perekonomian yang menguatkan pembangunan infrastruktur, sumberdaya manusia, maupun kekuatan ekonomi politik. Sehingga derasnya arus liberalisasi pasar dapat diimbangi oleh kekuatan ekonomi yang lebih kuat di dalam negeri. 

Dalam konteks hukum, politik hukum di Indonesia sendiri dirasa belum cukup menunjukkan keberpihakan untuk menghapus proses-proses fleksibilitas tenaga kerja yang tidak melindungi hak-hak tenaga kerja di Indonesia. 

Herlambang P. Wiratraman, Ahli Hukum Universitas Airlangga mengatakan bahwa buruh atau tenaga kerja dalam posisi yang tidak cukup diuntungkan dalam MEA mendatang, yakni merupakan kekuatan yang rentan tertekan. Pernyataan ini merujuk pada situasi di Indonesia mengingat infrastruktur perburuhan, kebijakan mengenai upah kerja yang murah, dan peraturan-peraturan yang menopang fleksibilitas tenaga kerja tidak kunjung diselesaikan oleh Pemeintah.

“Memang produk hukum yang harus diciptakan ke depan adalah tetap menjamin perlindungan hak asasi manusia, khususnya bagi kelompok  atau kaum yang lemah. Dalam proses industri posisi buruh itu sangat rentan ditekan. Oleh sebab itu negara harus memberi perlindungan yang kuat pada hak-hak buruh melalui sejumlah perundang-undangan. Selain itu, mekanisme kontrol negara terhadap upaya penyelesaiaan hubungan industrial harus lebih diangkat, dikemukakan lagi,” Ujar Herlambang.

Sebagai negara hukum, kepastian hukum menjadi salah satu yang paling penting. Hukum tidak hanya mengatur mengenai upah buruh, namun juga harus memperkuat jaminan hak berkumpul, berserikat, dan berpendapat. Jika permasalahan tersebut telah selesai, maka Indonesia dapat dikatakan siap menghadapi MEA.

Kehadirannya, MEA, telah menyebabkan ketakutan. Hanya dengan persiapan matang baik secara hukum dan mental, para tenaga kerja dan buruh mampu menghadapi MEA. | Reporter: Chusnul Chotimmah

back to top