Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Formakpi desak Kapolri copot Kapolda Sulsel

Formakpi desak Kapolri copot Kapolda Sulsel

Siaran Pers


KoPi-Kami mengecam dan mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian yang melakukan penyerangan secara membabi buta ke kampus UNM (Universitas Negeri Makassar), Kamis (13/11) kemarin. untuk itu kami mendesak Kapolri Jenderal Sutarman untuk mencopot Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar atas hal tersebut, serta menuntut kapolri bertanggung jawab, dan meminta Komisi III DPR-RI,Komnas HAM,Kompolnas untuk turun tangan mengivestigasi hal tersebut.

Kami Forum Mahasiswa Aktivis Pemerhati Hukum & Demokrasi Indonesia (FORMAKPI), Mengecam keras tindakan brutal beberapa oknum kepolisian yang bertugas mengawal demontrasi mahasiswa dan aktivis menolak kenaikan harga BBM di Kota Makassar yang berujung pada bentrok berdarah yang mengakibatkan beberapa teman-teman jurnalis dan mahasiswa menjadi korban tindak kekerasan polisi.

Patut disayangkan adanya tindakan oknum yang tidak di ketahui jelas melukai Wakapoltabes Makassar dengan busur panah, tetapi hal itu seharusnya tidak perlu terjadi, penanganan kasus oknum tersebut yang melukai Wakapoltabes dengan cara menyerang secara membabi buta tanpa prosedur masuk kampus adalah tindakan melawan hukum dan tidak menghormati hak otonomi kampus sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi yang merupakan pilar pembangunan demokrasi.

FORMAKPI secara tegas mengecam segala bentuk kekerasan dalam mengekspresikan hak-hak sebagai warga negara. meminta Komisi III DPR-RI, Komnas HAM, Kompolnas untuk turun tangan menyikapi hal tersebut.

Penanganan Aksi Demontrasi yang dilakukan oleh Kepolisian kepada para mahasiswa seharusnya dilakukan dengan pendekatan persuasif dan jika terjadi aksi anarkis, maka seharusnya kepolisian melakukan penanganan secara professional dan tunduk pada standar operasional penanganan aksi demontrasi (Protap), tidak harus dengan melalui cara-cara sama dengan premanisme, membabi babi buta, merusak fasilitas kampus, memukul orang sedang melakukan perkualiahan, terlebih teman-teman wartawan pun yang ikut meliput menjadi korban tindak kekerasan.

FORMAKPI mendesak Kapolri untuk segera melakukan evaluasi dan tindakan disiplin yang konstitusional terhadap jajarannya di Lingkungan Polda Sul-Selbar khususnya di jajaran Polrestabes Makassar untuk mencegah terjadinya konflik berkepanjangan antara para mahasiswa, aktivis dengan aparat kepolisian.

Terjadinya tindak kekerasan yang saling menyerang antara Mahasiswa dan Kepolisian saat menangani Demonstrasi adalah bukti bahwa Polri berlum berhasil menata kelola secara tuntas agenda reformasi dalam diri organisasi. Sebagai instrumen penegak Hukum yang memiliki tugas mulia yaitu pengayom dan pelindung masyarakat, akibatnya penerimaan masyarakat masih banyak yang negatif dan kurang menghormati aparat kepolisian.

Kasus Makassar sangat patut disayangkan sebab sangat terang jika dalam tubuh organisasi Polda Sulselbar khususnya Polrestabes Makassar masih dihuni oleh oknum kepolisian yang anti demokrasi dan mengesampingkan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum yang profesional.

Oleh karena Itu Kapolri harus mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk memaksimalkan upaya tercapainya perdamaian untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga masyarakat kota makassar.

FORMAKPI juga mendorong oknum yang melakukan tindakan melawan hukum dengan cara melukai Wakapoltabes makassar (Yang belum di ketahui siapa, apakah mahasiswa atau bukan, karena bisa saja provokator penyusup), mendorong pihak yang berwajib, secara bersama bila perlu membentuk tim yang melibat semua pihak, melakukan investigasi  secara profesional. Bahwa siapa pelaku sehingga menjadi pemicu aksi brutal aparat kepolisian terhadap jurnalis dan mahasiswa/aktivis.

Serta menindak siapapun yang memang terlibat baik kepolisian atau demonstran, Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian anggotanya bertindak di luar hukum yang berlaku, menyalahi prosedur. Kapolri harus mencopot Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar beserta Jajarannya. Terimah Kasih, Hidup Mahasiswa, Hidup Aktivis, Hidup Jurnalis !!!

Jakarta, 14/11/2014.

FORMAKPI (FORUM MAHASISWA AKTIVIS PEMERHATI HUKUM & DEMOKRASI INDONESIA)

Koordinator Presidium Pusat,

Andi Awal Mangantarang

back to top