Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Jogjakarta-KoPi| Menurut Pasal 51 G Peraturan Daerah  No 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DIY Tahun 2009-2029, menyebutkan pantai di Kabupaten Kulonprogo rawan terjadi tsunami.

Pembangunan bandara baru dikhawatirkan akan memperburuk situasi di Temon. Mega proyek bandara nantinya berdekatan dengan Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo.

Hal itu dikuatkan oleh akademisi geologi dan kebencanaan UPN, Eko Teguh Purnomo yang menjelaskan bahwa Pantai Glagah memiliki potensi tsunami dengan resiko sedang hingga tinggi.

“Pantai tersebut menghadap sumber-sumber gempa yang berpotensi tsunami. Pada daerah jelajah tsunami, landai, ketinggian kurang dari 11 m, dan jarak dari pantai kurang dari 3 km,” tulis Eko Teguh melalui pesan teks pada Rabu, 1 Juli 2015.

Eko teguh menambahkan risiko tsunami akan bertambah jika ada bandara baru di Temon. Meskipun mengetahui risiko rawan tsunami pesisir Temon, Kulonprogo pihak PT. Angkasa Pura I tetap akan membangun bandara baru dengan rekayasa teknologi.

Secara terpisah Eko Teguh menanggapi pembangunan bandara baru dengan rekayasa teknologi harus melalui kajian risiko yang detil.

“Tidak cukup hanya sebuah wacana. Kajian risiko detil perlu dilakukan atas rencana bandara dan lingkungannya. Kajian berorientasi pada pengurangan risiko. Tidak boleh memaksa (membangun bandara)", tegas Eko Teguh.

Eko Teguh juga menyarankan tertutupnya peluang membangun bandara di Temon, Kulonprogo, pemerintah provinsi membuat koneksi bandara Adisucipto, Jogja dan Adisumarmo, Solo. Sementara untuk kepentingan latihan penerbangan dengan mengoptimalkan bandara Gading di Gunung Kidul.

“Pilihan lain membuat multimoda koneksi bandara Jogja dan Solo, serta menggeser bandara latihan ke Gunung Kidul. Menggunakan bandara Gading. Tentu dengan  perbaikan sehingga memenuhi standar keselamatan,” pungkas Eko Teguh.

back to top