Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Jogjakarta-KoPi| Menurut Pasal 51 G Peraturan Daerah  No 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DIY Tahun 2009-2029, menyebutkan pantai di Kabupaten Kulonprogo rawan terjadi tsunami.

Pembangunan bandara baru dikhawatirkan akan memperburuk situasi di Temon. Mega proyek bandara nantinya berdekatan dengan Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo.

Hal itu dikuatkan oleh akademisi geologi dan kebencanaan UPN, Eko Teguh Purnomo yang menjelaskan bahwa Pantai Glagah memiliki potensi tsunami dengan resiko sedang hingga tinggi.

“Pantai tersebut menghadap sumber-sumber gempa yang berpotensi tsunami. Pada daerah jelajah tsunami, landai, ketinggian kurang dari 11 m, dan jarak dari pantai kurang dari 3 km,” tulis Eko Teguh melalui pesan teks pada Rabu, 1 Juli 2015.

Eko teguh menambahkan risiko tsunami akan bertambah jika ada bandara baru di Temon. Meskipun mengetahui risiko rawan tsunami pesisir Temon, Kulonprogo pihak PT. Angkasa Pura I tetap akan membangun bandara baru dengan rekayasa teknologi.

Secara terpisah Eko Teguh menanggapi pembangunan bandara baru dengan rekayasa teknologi harus melalui kajian risiko yang detil.

“Tidak cukup hanya sebuah wacana. Kajian risiko detil perlu dilakukan atas rencana bandara dan lingkungannya. Kajian berorientasi pada pengurangan risiko. Tidak boleh memaksa (membangun bandara)", tegas Eko Teguh.

Eko Teguh juga menyarankan tertutupnya peluang membangun bandara di Temon, Kulonprogo, pemerintah provinsi membuat koneksi bandara Adisucipto, Jogja dan Adisumarmo, Solo. Sementara untuk kepentingan latihan penerbangan dengan mengoptimalkan bandara Gading di Gunung Kidul.

“Pilihan lain membuat multimoda koneksi bandara Jogja dan Solo, serta menggeser bandara latihan ke Gunung Kidul. Menggunakan bandara Gading. Tentu dengan  perbaikan sehingga memenuhi standar keselamatan,” pungkas Eko Teguh.

back to top