Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Bayi yang tertukar, Bukan sinetron!

Bayi yang tertukar, Bukan sinetron!

Afrika-KoPi, Sebuah pengadilan di negara Afrika kini tengah dipusingkan dengan kasus bayi yang tertukar. Menurut kabar, kedua bayi tersebut tertukar di sebuah rumah sakit bersalin pada tanggal 2 Agustus tahun 2010 lalu.

The Centre for Child Law, sebuah kelompok di Afrika Selatan yang memperjuangkan hak-hak anak, menyatakan bahwa pihak pengadilan Afrika Selatan telah ditunjuk untuk menangani kasus tertukarnya bayi di rumah sakit Boksburg, dekat dengan Johannesburg, dan untuk menentukan yang terbaik demi kepentingan si anak.


Ms du Toit, salah satu ibu dari bayi yang tertukar 4 tahun lalu tersebut, yang kini tak memiliki suami dan tak bekerja, mengetahui bahwa bayinya tertukar saat dirinya mencoba untuk mendapatkan tunjangan anak.


Ms du Toit tak bisa mendapatkan tunjangan untuk anaknya karena setelah dilakukan tes, ternyata anak yang selama ini ia asuh bukanlah anak kandung dirinya dan suaminya. Setelah itu, Ms du Toit mendatangi rumah sakit untuk melacak kasus tersebut dan meminta anaknya kembali serta mengembalikan anak yang ia asuh kepada orangtua kandungnya. Sayangnya, ibu dari anak tersebut menolak untuk menukar kembali anaknya.


Tak senang dengan hal tersebut, akhirnya Ms du Toit menyerahkan kasus ini ke pengadilan. “Proses pengadilan ini perlu dan harus dijalankan agar anak-anak ini dapat bertemu dengan ibu kandung masing-masing,” ujar Ms du Toit.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top