Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Bayi yang tertukar, Bukan sinetron!

Bayi yang tertukar, Bukan sinetron!

Afrika-KoPi, Sebuah pengadilan di negara Afrika kini tengah dipusingkan dengan kasus bayi yang tertukar. Menurut kabar, kedua bayi tersebut tertukar di sebuah rumah sakit bersalin pada tanggal 2 Agustus tahun 2010 lalu.

The Centre for Child Law, sebuah kelompok di Afrika Selatan yang memperjuangkan hak-hak anak, menyatakan bahwa pihak pengadilan Afrika Selatan telah ditunjuk untuk menangani kasus tertukarnya bayi di rumah sakit Boksburg, dekat dengan Johannesburg, dan untuk menentukan yang terbaik demi kepentingan si anak.


Ms du Toit, salah satu ibu dari bayi yang tertukar 4 tahun lalu tersebut, yang kini tak memiliki suami dan tak bekerja, mengetahui bahwa bayinya tertukar saat dirinya mencoba untuk mendapatkan tunjangan anak.


Ms du Toit tak bisa mendapatkan tunjangan untuk anaknya karena setelah dilakukan tes, ternyata anak yang selama ini ia asuh bukanlah anak kandung dirinya dan suaminya. Setelah itu, Ms du Toit mendatangi rumah sakit untuk melacak kasus tersebut dan meminta anaknya kembali serta mengembalikan anak yang ia asuh kepada orangtua kandungnya. Sayangnya, ibu dari anak tersebut menolak untuk menukar kembali anaknya.


Tak senang dengan hal tersebut, akhirnya Ms du Toit menyerahkan kasus ini ke pengadilan. “Proses pengadilan ini perlu dan harus dijalankan agar anak-anak ini dapat bertemu dengan ibu kandung masing-masing,” ujar Ms du Toit.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top