Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Wamen ESDM: Ada gap dalam pengelolaan SDA

Jogja-KoPi| Wakil Menteri ESM, Arcandra Tahar, mengatakan masih terdapat gap yang besar dalam pengelolaan SDA di Indonesia sehingga menyebabkan belum terwujudnya kemakmuran rakyat.

Pengelolaan SDA di Indonesia sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air dan segala yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, menurut Arcandra terdapat jarak antara cita-cita founding father yang tetdapat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dengan realitas sekarang ini.

“Suka atau tidak suka, dalam pengelolaan SDA kita terjadi gap yang sangat besar. Sebagus apa pun rencana kita, namun gap tadi masih lebar dan bukan terjemahan dari pemikiran founding fathers kita”, jelasnya dalam Diskusi Nasional Kebijakan Energi Mewujudkan Keselarasan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam Mencapai Sasaran Kebijakan Energi (KEN), di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (25/4).

Arcandra mengartikan bahwa seharusnya semua SDA dikelola oleh putra putri Indonesia, menggunakan teknologi sendiri, pendanaan sendiri, hasil pemanfaatan SDA digunakan dalam negeri, dan sisanya baru diekspor sehingga tidak ada gap dalam pengelolaan SDA.

Tapi yang terjadi masih banyak daerah yang kekurangan hasil SDA, sedangkan hasil SDA tersebut diekspor. Begitu juga dengan pengelolaan, teknologi, dan pendanaan.

Untuk mempersempit gap tersebut menurut Arcandra dapat dilakukan dengan menarik putra putri terbaik bangsa dalam mengelola SDA.

“Gap ini dapat diatasi dengan putra putri kita”, ujarnya.

back to top