Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Program pembangunan listrik hanya capai 20 ribu Megawatt pada 2019

Jogja-KoPi|Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan program pembangunan listrik 35 ribu Mega Watt kemungkinan besar hanya akan terealisasikan 20 ribu Megawatt di tahun 2019 akibat pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,1-5,2 persen.

 

Program pembangunan listrik sebesar 20 ribu Megawatt di tahun 2019 sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi yang ada.

"Pembangunan pembangkit listrik harus menyesuaikan pertumbuhan ekonomi. Kalau dibangun tidak ada yang makai gimana? Pertumbuhan ekonomi kita 5,1-5,2 persen dengan itu hanya menjadi 6 sekian persen. Hitung saja 6-7 persen pertumbuhan itu berapa termasuk nanti researchnya", jelas Arcandra dalam diskusi Mewujudkan Keselarasan RUEN dan RUED Dalam Rangka Mencapai Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (25/4).

Target 35 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sendiri berpijak pada pertimbangan laju ekonomi yang diprediksi mencapai angka 7-8 persen.

Meskipun demikian, Arcandra tetap berharap dapat mengejar ketertinggalan capaian di tahun-tahun berikutnya untuk mencapai target 430 ribu Megawatt di tahun 2050.

"Kita berharap 2019 kita 72 rbu -75 ribu Mega Watt sisanya akan diselesaikan pas waktu berikutnya. Sedangkan, saat ini sudah mencapai 51 ribu Megawatt", jelasnya.

Sementara itu menurut Dr. Deendarlianto, Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, pencapaian 20 ribu Megawatt dalam program pembangunan listrik di tahun 2019 sangat cukup untuk kondisi ke depan. Mengingat banyak kendala yang terjadi selain laju pertumbuhan ekonomi.

“Kendalanya banyak sekali,pertama pembebasan lahan, infrastruktur yang belum siap, serta sinkonasisasi aturan. Jadi 35 ribu Megawatt itu bukan kiat-kiat”, ujarnya.

back to top