Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Presiden diminta telusuri dana Ladang Gas Banyu Undan

Presiden diminta telusuri dana Ladang Gas Banyu Undan

Kupang-KoPi|Pemegang mandat hak ulayat masyarakat adat di Laut Timor, Ferdi Tanoni meminta pemerintah pusat untuk tegas dengan dana bagi hasil produksi gas dari ladang Bayu Undan, yang merupakan hak masyarakat Timor Barat-NTT juga,namun hingga saat ini tidak pernah jelas.

“Kami meminta Pak Presiden Jokowi untuk melakukan penelusuran tentang dana bagi hasil untuk Indonesia itu disimpan sejak berproduksi nya gas dari ladang Bayu Undan tahun 2003 lalu,” kat a Ferdi Tanoni yang juga Ketua Peduli Timor Barat kepada wartawan di Kupang, Rabu, (1/11) sore.

Ferdi mengatakan, selama ini ladang Gas Bayu Undan telah menambahkan nilai ekspor ke Australia utara dengan jumlah kurang lebih US$ 550 juta atau setara Rp 7 triliun per tahun.

Dari kegiatan pertambangan itu, Australia telah menciptakan 80 ribu lapangan pekerjaan baru, dan secara khusus menciptakan lapangan kerja untuk warga Australia bagian utara sebanyak 20 ribu tenaga kerja.
Jarak ladang gas dan minyak Bayu Undan, yang terletak di Laut Timor dengan daratan Australia sekitar 502 krilomet, sedangkan jarak dengan Timor bagian Barat NTT 235 kilometer, dengan Republik Demokratic Timor Leste (RDTL) di ujung timur Pulau Timor sekitar 250 km.

Ferdi Tanoni mengatakan, untuk memproduksi gas alam Bayu Undan di Darwin, Australia Utara itu, dibangunlah pipa bawah laut sepanjang 525 km dari lokasi ladang Bayu Undan ke Wickham Point-Darwin.
Milik Bersama

“Ferdi Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Australia ini mengaku pernah bertemu dengan Pemerintah pusat pada era Presiden SBY yakni mantan menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan mantan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengakui bahwa ladang Bayu Undan itu adalah milik bersama rakyat Timor Barat dan Timor Leste”.”Sudah seharusnya Indonesia mendapatkan bagian dari pada bagi hasil dari ladang gas Bayu Undan itu,katanya mengutip pernyataan Yusgiantoro dan Natalegawa.

Dengan demikian tambah nya, rakyat Timor Barat dan NTT harus mendapat pembagian dari hasil produksi di Bayu Undan tersebut. Ferdi Tanoni menjelaskan, ladang Bayu Undan yang dioperasikan oleh Conoco Phillips Australia itu, mengandung cadangan gas alam lebih dari 3,4 Tcf (triliun kaki kubik) dan sekitar 400 juta barel liquid hydrocarbons (LPG dan kondensat).

“Oleh karena itu,kami dari Kelompok Peduli Timor Barat meminta Presiden Jokowi untuk dapat segera menelusuri nya sehingga dana bagi hasil tersebut bisa digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di NTT, karena hal tersebut merupakan hak dari rakyat Indonesia di Timor bagian Barat NTT juga yang telah dengan sengaja dikuras oleh Australia. Pemerintah di Jakarta tidak boleh tinggal diam ketika negara lain mengambil hasil tambang kita,” katanya.

Ferdi Tanoni, juga mendesak Australia dan Timor Leste untuk segera melakukan perundingan secara trilateral membagi hasil usaha dari ladang Gas Bayu Undan dan menetapkan bersama seluruh batas maritim yang baru di Laut Timor antar ketiga negara, dengan menggunakan prinsip garis tengah (median line) sesuai dengan ketentuan hukum internasional.

“Bila ada dua negara yang saling berhadapan dan berjarak kurang dari 400 mil, maka penetepan batas maritim menggunakan garis tengah (median line),” katanya. (Johny)

back to top