Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PLN tidak akan memadamkan jaringan listrik massal meskipun hujan badai

PLN tidak akan memadamkan jaringan listrik massal meskipun hujan badai
Bantul-KoPi|Meski Hujan deras dan Badai Cempaka menghantam hampir diseluruh wilayah DIY selama dua hari ini (28-29), PLN setiap wilayah kecamatan ataupun kabupaten tetap mengalirkan listrik ke pelanggan-pelanggannya. 
 
Seperti halnya di PLN rayon Sedayu meski kemarin sore (28/11) sempat mengalami kebanjiran tepat didepan kantornya,namun hampir seluruh wilayah di Sedayu seperti di Jalan Wates tak mengalami pemadaman massal. Suparman Koordinator Pelayanan teknik dan gangguan PLN Sedayu mengatakan kemarin setidamnya ada satu pemadaman di satu kampung, namun pemadaman masuk ke jaringan listrik cabang bukan jaringan utama. 
 
"Hanya kemarin ada satu kampung yang padam karena jaringannya yang masuk- masuk akibat kerobohan pohon namun tidak mempengaruhi jaringan utama karena setiap jaringan punya sekringnya sendiri,"katanya saat dijumpai di kantor Pelayanan Teknik PLN Sedayu,Rabu (29/11).
 
Suparman menjelaskan pada hujan dan badai kemarin, jaringan listrik PLN sendiri masih sangat aman dan tak terganggu baik dari hujan deras,genangan air, angin hingga longsor. Sehingga pihaknya pun tidak memutuskan jaringan diwilayah Sedayu. 
 
"Alasan tidak dipadamkan agar masyarakat tetap tenang kondisinya sehingga masyarakat juga dapat tetap menggunakan listrik. Setidaknya terdapat 127 ribu rumah pelanggan PLN yang ada diwilayah Sedayu,"jelasnya.
 
Terkait sehari pasca Hujan deras dan Badai Cempaka semalam, PLN Sedayu sudah menerima setidaknya 400 laporan pengaduan gangguan di wilayah Sedayu.
 
Ia pun menimpali pemadaman listrik jaringan cabang atau massal akan dilakukan jika memang ada jaringan terganggu faktor akibat rubuhnya pohon yang merusak jaringan listrik.  Namun jika tak ada masalah pada jaringan,maka pihaknya akan tetap mengaliri listrik. Tambahnya,PLN pun sudah memperbarui jaringan sehingga alat-alatnya pun menjadi lebih terlindungi dan aman. 
 
Langkah pencegahan pemadaman massal listrik ini pun dilakukan oleh PLN demi memudahkan pemantauan gangguan jaringan. Suparman pun mengutarakan semisal PLN memadamkan listrik massal akibat hujan deras dan badai,maka pihaknya akan kesulitan menentukan titik jaringan yang mengalami gangguan.  
 
"Karena dengan resiko semisal jaringan kita padamkan,namun ternyata ada gangguan jaringan akibat pohon rubuh. Kita mungkin tidak berani menyalakan. Ini karena kita tidak tahu persis kondisi jaringan yang terganggu dimana.  Lain jika semisal jaringan kita nyalakan lalu ada kerubuhan atau gangguan , maka alat tersebut akan mendeteksi dan mematikan listrik secara pribadi. Pemadaman justru memberatkan pemantauan,"tuturnya.
 
Sehingga ,lanjutnya ,meski ada longsor dan petir. Pihaknya enggan memadamkan karena setiap jaringan ada pengaman dan pendeteksian otomatis. Namun lain hal jika semisal ada permintaan pemadaman dari lembaga pusat seperti PLN Provinsi ,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, ataupun masyarakat meminta pemadaman,maka pihaknya barulah akan memadamkan listrik.
 
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan DIY (Basarnas DIY) Supriono memaparkan lembaga terkait seperti Basarnas ,Pembangunan Umum dan PLN memiliki SOP dan metode penanganan dalam menghadapi bencana semacam ini. Seperti PLN, mereka memiliki SOP agar memadamkan listrik jika ketinggian sudah mencapai titik tertentu.
 
"Kemarin saat rapat Pusdalops BPBD, semua lembaga terkait baik itu PU, Basarnas, dan PLN memiliki SOPnya pada kejadian ini . Seperti PLN begitu air mendekati satu meter naik,listirk harus dipadamkan karena kita tidak ingin ada bencana banjir berubah menjadi bencana kesetrum. Pu juga  ditekam agar memperbaiki tanggul lagi," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli
back to top