Logo
Print this page

Listrik padam, PLN : ya, kita sedang perbaikan

Listrik padam, PLN : ya, kita sedang perbaikan

Yogyakarta-KoPi| Selama rentang waktu November 2014 hingga awal Januari 2015 daya listrik wilayah Yogayakarta mengalami gangguan. Beberapa kali PLN melakukan pemadaman bergilir di waktu siang atau sore hari.

Padahal jam-jam tersebut merupakan waktu padat aktivitas ekonomi. Pemadaman yang dilakukan secara tidak langsung merugikan masyarakat. Meskipun hanya berkisar tiga hingga setangah hari, masyarakat yang menggantungkan ekonomi pada listrik merasa dirugikan dengan pemadaman ini.
  
Seperti yang disampaikan oleh supervisor, Central Laundry, Ikhsan, meskipun usahanya termasuk besar dan memiliki jenset dia mengakui agak terganggu.
  
“Ketika di sini mati (kantor Gowok), kami pindahkan pekerjaan ke kantor cabang yang ada di Giwangan. Kami memberi tahu pelanggan, misal hotel bahwa ada pemadaman dari PLN, dam mereka memaklumi hal itu”, tutur Ikhsan.

Menanggapi keluhan masyarakat, PLN Gedong Kuning bagian pemeliharaan, Bambang Eko menuturkan, pihaknya senantiasa mengabarkan kepada masyarakat tentang pemadaman.

“Memang sejak November tahun 2014 mengalami gangguan paling banyak, kita melakukan ngropyokan menyeluruh. Ada gangguan kawat putus sama gangguan pohon lalu kena kren, itu di daerah utara balai kota. Jauh-jauh hari, ya dua hari sebelumnya kami infokan kepada pelanggan melalui radio, surat kabar bahakan untuk pelanggan tertentu kami kirimi surat”, tutur Bambang Eko.

Senada dengan Bambang, bagian jaringan Herry Fitriadi menambahkan untuk pemeliharaan setiap harinya PLN melakukan trabasan, hanya saja untuk skala perlu tidaknya dipadamkan tergantung berat tidaknya trabasan ini.

“Kemarin kan ada trabasan, bahkan setiap harinya ada unit yang melakukannya, kasus kemarin sekaligus perbaikan kawat putus di daerah utara balai kota”, papar Herry.

Dari hal tersebut penyebab utama pemadaman bergilir di wilayah Yogyakarta karena pihak PLN melakukan perbaikan. Bahkan perbaikan dan pemeliharaan ini dilakukan setiap harinya.

Bila demikian terlihat ada celah, memang infrastruktur perangkat listrik PLN masih lemah. Sehingga satu bagian rusak seketika mengganggu sistem yang lainnya. Perlu adanya perangkat sistem yang handal, harapannya masyarakat tidak perlu dirugikan walaupun sekadar tiga sampai lima jam.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta, Widjianto, SH ketika diminta tanggapannya mengatakan seharusnya PLN tidak menggunakan alibi 'perbaikan' dan seharusnya memberikan kompensasi kepada masyarakat. |Winda Efanur FS|

Baca:PLN jangan pelit, harus transparan dan akuntable

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.