Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Indonesia tak punya ketahanan energi

Prof. Dr. Gede Wibawa Prof. Dr. Gede Wibawa
Surabaya – KoPi|Minyak bumi masih menjadi kunci dalam perebutan kekuasaan secara global. Negara-negara di dunia saling berebut wilayah yang diprediksi memiliki cadangan minyak besar. Ekonomi dunia begitu terpengaruh oleh kondisi cadangan minyak bumi dunia. Bisa dibilang, seluruh dunia kecanduan minyak bumi. Akibatnya sulit sekali menghentikan produksi minyak bumi. Meskipun pengembangan energi alternatif terus dilakukan, tapi belum ada yang mampu memproduksinya secara secara murah dan massal.

Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. Gede Wibawa juga mengakui selama cadangan minyak bumi ada, orang-orang akan tetap memilih minyak bumi. Hal itu dikarenakan infrastruktur untuk industri minyak bumi sudah terbangun dan mapan. 

“Memang saat ini minyak bumi tetap jadi pilihan utama. Tapi sekarang dunia juga sudah menyadari energi alternatif memang harus disiapkan. Di Jepang, China, Amerika, semua sudah menyiapkan. Sehingga begitu cadangan minyak bumi sudah menipis, infrastruktur untuk energi alternatif sudah siap dan bisa langsung digunakan,” tukas Gede.

Seharusnya, Indonesia juga harus berbuat demikian. Namun, saat ini Indonesia masih tidak punya ketahanan energi nasional. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi, Indonesia tidak punya cadangan simpanan. Beberapa cadangan minyak kita sudah menipis. Akibatnya Indonesia rentan terhadap kenaikan harga minyak dunia.

Karena itu, penting sekali bagi Indonesia menyiapkan energi alternatif. Gede mencontohkan negara seperti Jepang sudah punya beberapa cadangan energi, seperti nuklir dan tenaga angin. Kalau suatu saat terjadi sesuatu pada minyak dunia, Jepang masih bisa bertahan dengan simpanannya. 

Dibandingkan dengan Jepang, tentu Indonesia ketinggalan jauh. Jika suatu saat terjadi sesuatu, posisi Indonesia akan rentan sekali. Gede mengatakan, kalau Indonesia mengalami krisis energi, bisa jadi ekonomi akan berhenti, karena listrik akan jadi sangat mahal. 

“Indonesia gas saja tidak punya. LNG kita hanya punya di Lampung dan Jawa Barat, tapi tidak bisa kita pakai. Kita jadi sangat tergantung pada luar negeri. Saat ini Indonesia memang tidak punya infrastruktur untuk mengubah LNG jadi energi listrik. LNG malah kita ekspor dalam bentuk cair,” ungkap Gede. 

 

back to top