Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun
Surabaya-KoPi| Meski perayaan Idul Adha telah berlalu, harga-harga kebutuhan pokok masih tetap tinggi. Seminggu setelah Idul Adha, beberapa komoditas masih belum kembali normal. Masyarakat semakin terhimpit di tengah lesunya perekonomian nasional.
 

Harga daging ayam misalnya. Meskipun sempat turun, harga daging ayam di Surabaya kembali naik menjelang hari raya Idul Adha. Pada awal September, harga daging ayam mencapai angka Rp 33.000 per kg. Lalu pada pertengahan bulan mulai turun menjadi Rp 26.000 per kg. Namun, menjelang hari raya Idul Adha, harga daging ayam mulai kembali naik, hingga mencapai Rp 28.000 per kg.

Kenaikan harga daging ayam setelah Idul Adha membuat pemilik warung makan mengeluh. Pasalnya, mereka harus pintar-pintar membelanjakan modal mereka agar masih mendapat keuntungan. 

Seperti yang dialami Bu Rejo, pemilik warung makan di kawasan Universitas Airlangga Surabaya. Ia menuturkan, hampir seminggu setelah Idul Adha, harga-harga masih tetap tinggi. Akibatnya, ia mengurangi jumlah sajian yang dimasaknya, terutama sambal. 

"Ayam goreng sekarang saya kurangi, daging ayam masih mahal. Padahal ayam goreng paling cepat laku, makanya pelanggan saya banyak yang sering kehabisan," tuturnya. 

Selain daging ayam, komoditas lain yang sedang mahal adalah ikan laut dan cabe. Ia heran dengan kenaikan harga ikan laut, karena Surabaya merupakan sentra penghasil ikan laut. "Udang juga termasuk lauk saya yang paling laku, tapi ini juga saya kurangi karena sedang mahal," ungkap Bu Rejo lagi.

"Belum lagi harga cabe sedang mahal, makanya saya tidak nyambal sebanyak biasanya. Memang sekarang masih di bawah Rp 50.000, tapi tetap tak bisa dibeli dengan uang kembalian," tambahnya.

Menurutnya, masih tingginya harga setelah Idul Adha disebabkan banyak pedagang yang masih belum berjualan atau mulai berjualan hari ini. 

 

back to top