Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun
Surabaya-KoPi| Meski perayaan Idul Adha telah berlalu, harga-harga kebutuhan pokok masih tetap tinggi. Seminggu setelah Idul Adha, beberapa komoditas masih belum kembali normal. Masyarakat semakin terhimpit di tengah lesunya perekonomian nasional.
 

Harga daging ayam misalnya. Meskipun sempat turun, harga daging ayam di Surabaya kembali naik menjelang hari raya Idul Adha. Pada awal September, harga daging ayam mencapai angka Rp 33.000 per kg. Lalu pada pertengahan bulan mulai turun menjadi Rp 26.000 per kg. Namun, menjelang hari raya Idul Adha, harga daging ayam mulai kembali naik, hingga mencapai Rp 28.000 per kg.

Kenaikan harga daging ayam setelah Idul Adha membuat pemilik warung makan mengeluh. Pasalnya, mereka harus pintar-pintar membelanjakan modal mereka agar masih mendapat keuntungan. 

Seperti yang dialami Bu Rejo, pemilik warung makan di kawasan Universitas Airlangga Surabaya. Ia menuturkan, hampir seminggu setelah Idul Adha, harga-harga masih tetap tinggi. Akibatnya, ia mengurangi jumlah sajian yang dimasaknya, terutama sambal. 

"Ayam goreng sekarang saya kurangi, daging ayam masih mahal. Padahal ayam goreng paling cepat laku, makanya pelanggan saya banyak yang sering kehabisan," tuturnya. 

Selain daging ayam, komoditas lain yang sedang mahal adalah ikan laut dan cabe. Ia heran dengan kenaikan harga ikan laut, karena Surabaya merupakan sentra penghasil ikan laut. "Udang juga termasuk lauk saya yang paling laku, tapi ini juga saya kurangi karena sedang mahal," ungkap Bu Rejo lagi.

"Belum lagi harga cabe sedang mahal, makanya saya tidak nyambal sebanyak biasanya. Memang sekarang masih di bawah Rp 50.000, tapi tetap tak bisa dibeli dengan uang kembalian," tambahnya.

Menurutnya, masih tingginya harga setelah Idul Adha disebabkan banyak pedagang yang masih belum berjualan atau mulai berjualan hari ini. 

 

back to top