Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun
Surabaya-KoPi| Meski perayaan Idul Adha telah berlalu, harga-harga kebutuhan pokok masih tetap tinggi. Seminggu setelah Idul Adha, beberapa komoditas masih belum kembali normal. Masyarakat semakin terhimpit di tengah lesunya perekonomian nasional.
 

Harga daging ayam misalnya. Meskipun sempat turun, harga daging ayam di Surabaya kembali naik menjelang hari raya Idul Adha. Pada awal September, harga daging ayam mencapai angka Rp 33.000 per kg. Lalu pada pertengahan bulan mulai turun menjadi Rp 26.000 per kg. Namun, menjelang hari raya Idul Adha, harga daging ayam mulai kembali naik, hingga mencapai Rp 28.000 per kg.

Kenaikan harga daging ayam setelah Idul Adha membuat pemilik warung makan mengeluh. Pasalnya, mereka harus pintar-pintar membelanjakan modal mereka agar masih mendapat keuntungan. 

Seperti yang dialami Bu Rejo, pemilik warung makan di kawasan Universitas Airlangga Surabaya. Ia menuturkan, hampir seminggu setelah Idul Adha, harga-harga masih tetap tinggi. Akibatnya, ia mengurangi jumlah sajian yang dimasaknya, terutama sambal. 

"Ayam goreng sekarang saya kurangi, daging ayam masih mahal. Padahal ayam goreng paling cepat laku, makanya pelanggan saya banyak yang sering kehabisan," tuturnya. 

Selain daging ayam, komoditas lain yang sedang mahal adalah ikan laut dan cabe. Ia heran dengan kenaikan harga ikan laut, karena Surabaya merupakan sentra penghasil ikan laut. "Udang juga termasuk lauk saya yang paling laku, tapi ini juga saya kurangi karena sedang mahal," ungkap Bu Rejo lagi.

"Belum lagi harga cabe sedang mahal, makanya saya tidak nyambal sebanyak biasanya. Memang sekarang masih di bawah Rp 50.000, tapi tetap tak bisa dibeli dengan uang kembalian," tambahnya.

Menurutnya, masih tingginya harga setelah Idul Adha disebabkan banyak pedagang yang masih belum berjualan atau mulai berjualan hari ini. 

 

back to top