Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun

Usai Idul Adha, harga komoditas tak kunjung turun
Surabaya-KoPi| Meski perayaan Idul Adha telah berlalu, harga-harga kebutuhan pokok masih tetap tinggi. Seminggu setelah Idul Adha, beberapa komoditas masih belum kembali normal. Masyarakat semakin terhimpit di tengah lesunya perekonomian nasional.
 

Harga daging ayam misalnya. Meskipun sempat turun, harga daging ayam di Surabaya kembali naik menjelang hari raya Idul Adha. Pada awal September, harga daging ayam mencapai angka Rp 33.000 per kg. Lalu pada pertengahan bulan mulai turun menjadi Rp 26.000 per kg. Namun, menjelang hari raya Idul Adha, harga daging ayam mulai kembali naik, hingga mencapai Rp 28.000 per kg.

Kenaikan harga daging ayam setelah Idul Adha membuat pemilik warung makan mengeluh. Pasalnya, mereka harus pintar-pintar membelanjakan modal mereka agar masih mendapat keuntungan. 

Seperti yang dialami Bu Rejo, pemilik warung makan di kawasan Universitas Airlangga Surabaya. Ia menuturkan, hampir seminggu setelah Idul Adha, harga-harga masih tetap tinggi. Akibatnya, ia mengurangi jumlah sajian yang dimasaknya, terutama sambal. 

"Ayam goreng sekarang saya kurangi, daging ayam masih mahal. Padahal ayam goreng paling cepat laku, makanya pelanggan saya banyak yang sering kehabisan," tuturnya. 

Selain daging ayam, komoditas lain yang sedang mahal adalah ikan laut dan cabe. Ia heran dengan kenaikan harga ikan laut, karena Surabaya merupakan sentra penghasil ikan laut. "Udang juga termasuk lauk saya yang paling laku, tapi ini juga saya kurangi karena sedang mahal," ungkap Bu Rejo lagi.

"Belum lagi harga cabe sedang mahal, makanya saya tidak nyambal sebanyak biasanya. Memang sekarang masih di bawah Rp 50.000, tapi tetap tak bisa dibeli dengan uang kembalian," tambahnya.

Menurutnya, masih tingginya harga setelah Idul Adha disebabkan banyak pedagang yang masih belum berjualan atau mulai berjualan hari ini. 

 

back to top