Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

UMKM Jogja : bukan inflasi yang penting tapi kebijakan pemerintah

Pameran UMKM di Sekaten Jogja Pameran UMKM di Sekaten Jogja

Yogyakarta-KoPi|Menjelang penutupan kalender akhir tahun kondisi perekonomian Indonesia melemah. Hal itu ditandai dengan inflasi merosotnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga menembus angka Rp. 12.900.

Secara kalkulasi aktivitas ekonomi Indonesia menjadi lesu. Hal itu dirasakan oleh para perusahaan besar dan para investor. Namun berbeda dengan usaha masyarakat kecil dan menengah. Hangatnya wacana perekonomian itu seolah tidak dirasakan oleh para pedagang.

Pihak pedagang yang tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kecamatan Mantrijeron melihat kondisi ekonomi makro anjolknya nilai rupiah tidak terlalu berpengaruh.

“Sebenarnya kami gak paham soal itu, paling yang kita rasakan pengaruh dari naiknya harga BBM. Disitu kami harus harus membeli bahan dasar yang lebih mahal. Kami kan produksi kerajinan dan makanan, dari situ kalau makanan ya, kami siasati bentuknya diperkecil”, kata salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang anggota UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang enggan disebutkan identitasnya. Baginya hal yang sangat dirasakan itu semenjak kenaikan harga BBM. Terkait inflasi ini dia berpendapat, terjadi karena pasifnya peran pemerintah dalam mengendalikan perekonomian nasional.

“Ya, terasanya saat BBM naik, walaupun hanya sedikit yang dirasakan, pembeli menjadi sedikit. Tetapi sebenarnya masalah paling penting bukan pada naiknya harga BBM atau inflasi tetapi pada persoalan pemerintah sendiri. Hal ini kembali pada kebijakan pemerintah terhadap kemajuan perekonomian”, tuturnya.

Dia juga menambahkan bobroknya birokrasi seperti korupsi turut memperburuk perekonomian Indonesia. |Winda Efanur FS |

back to top