Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

UMKM Jogja : bukan inflasi yang penting tapi kebijakan pemerintah

Pameran UMKM di Sekaten Jogja Pameran UMKM di Sekaten Jogja

Yogyakarta-KoPi|Menjelang penutupan kalender akhir tahun kondisi perekonomian Indonesia melemah. Hal itu ditandai dengan inflasi merosotnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga menembus angka Rp. 12.900.

Secara kalkulasi aktivitas ekonomi Indonesia menjadi lesu. Hal itu dirasakan oleh para perusahaan besar dan para investor. Namun berbeda dengan usaha masyarakat kecil dan menengah. Hangatnya wacana perekonomian itu seolah tidak dirasakan oleh para pedagang.

Pihak pedagang yang tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kecamatan Mantrijeron melihat kondisi ekonomi makro anjolknya nilai rupiah tidak terlalu berpengaruh.

“Sebenarnya kami gak paham soal itu, paling yang kita rasakan pengaruh dari naiknya harga BBM. Disitu kami harus harus membeli bahan dasar yang lebih mahal. Kami kan produksi kerajinan dan makanan, dari situ kalau makanan ya, kami siasati bentuknya diperkecil”, kata salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang anggota UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang enggan disebutkan identitasnya. Baginya hal yang sangat dirasakan itu semenjak kenaikan harga BBM. Terkait inflasi ini dia berpendapat, terjadi karena pasifnya peran pemerintah dalam mengendalikan perekonomian nasional.

“Ya, terasanya saat BBM naik, walaupun hanya sedikit yang dirasakan, pembeli menjadi sedikit. Tetapi sebenarnya masalah paling penting bukan pada naiknya harga BBM atau inflasi tetapi pada persoalan pemerintah sendiri. Hal ini kembali pada kebijakan pemerintah terhadap kemajuan perekonomian”, tuturnya.

Dia juga menambahkan bobroknya birokrasi seperti korupsi turut memperburuk perekonomian Indonesia. |Winda Efanur FS |

back to top