Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

UMKM Jogja : bukan inflasi yang penting tapi kebijakan pemerintah

Pameran UMKM di Sekaten Jogja Pameran UMKM di Sekaten Jogja

Yogyakarta-KoPi|Menjelang penutupan kalender akhir tahun kondisi perekonomian Indonesia melemah. Hal itu ditandai dengan inflasi merosotnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga menembus angka Rp. 12.900.

Secara kalkulasi aktivitas ekonomi Indonesia menjadi lesu. Hal itu dirasakan oleh para perusahaan besar dan para investor. Namun berbeda dengan usaha masyarakat kecil dan menengah. Hangatnya wacana perekonomian itu seolah tidak dirasakan oleh para pedagang.

Pihak pedagang yang tergabung dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kecamatan Mantrijeron melihat kondisi ekonomi makro anjolknya nilai rupiah tidak terlalu berpengaruh.

“Sebenarnya kami gak paham soal itu, paling yang kita rasakan pengaruh dari naiknya harga BBM. Disitu kami harus harus membeli bahan dasar yang lebih mahal. Kami kan produksi kerajinan dan makanan, dari situ kalau makanan ya, kami siasati bentuknya diperkecil”, kata salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang anggota UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang enggan disebutkan identitasnya. Baginya hal yang sangat dirasakan itu semenjak kenaikan harga BBM. Terkait inflasi ini dia berpendapat, terjadi karena pasifnya peran pemerintah dalam mengendalikan perekonomian nasional.

“Ya, terasanya saat BBM naik, walaupun hanya sedikit yang dirasakan, pembeli menjadi sedikit. Tetapi sebenarnya masalah paling penting bukan pada naiknya harga BBM atau inflasi tetapi pada persoalan pemerintah sendiri. Hal ini kembali pada kebijakan pemerintah terhadap kemajuan perekonomian”, tuturnya.

Dia juga menambahkan bobroknya birokrasi seperti korupsi turut memperburuk perekonomian Indonesia. |Winda Efanur FS |

back to top