Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Turunkan harga Pertamax, Pertamina dorong masyarakat kurangi konsumsi Premium

Turunkan harga Pertamax, Pertamina dorong masyarakat kurangi konsumsi Premium
KoPi | Pemerintah tampaknya terus berusaha mendorong masyarakat agar tidak lagi menggunakan bahan bakar jenis Premium. Dengan semakin terjangkaunya harga BBM beroktan di atas 90, masyarakat diharapkan mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
 

PT Pertamina hari Minggu kemarin (15/5) kembali menurunkan harga BBM non-subsidi. Harga BBM jenis Pertamax turun Rp 200 per liter (Pulau Jawa, Madura, Bali) dan Rp 300 (daerah lain). Di Kota Surabaya sendiri, dengan adanya penurunan harga tersebut, harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp 7.450 per liter. 

Sedangkan harga Pertamax Plus juga turun Rp 200 di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta turun Rp 300 di daerah lain. Sementara itu, harga Pertamina Dex turun sebesar Rp 300 di semua daerah di Indonesia yang menyediakan bahan bakar tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro dalam press release hari Minggu (15/5) menyebutkan, penetapan harga Pertamax tersebut merupakan kebijakan korporasi yang dilakukan secara berkala mengikuti tren harga minyak mentah dunia.

Harga Solar/Biosolar nonsubsidi juga mengalami penurunan sebesar Rp 300 per liter. Contohnya, untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten BBM jenis tersebut turun dari Rp 6.950 menjadi Rp 6.650 per liter. 

"Selain karena rendahnya harga minyak, langkah penurunan harga ini merupakan wujud apresiasi perusahaan kepada konsumen," ujar Wianda dalam press release tersebut. Ia mengatakan, selama musim liburan lalu, konsumsi BBM jenis Pertamax melonjak hingga 30 %. Hal itu menunjukkan bahwa konsumen semakin memiliki kesadaran akan kesesuaian spesifikasi bahan bakar dengan kendaraan. 

 

back to top