Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Bedah Buku Tan Malaka di UGM berjalan Aman

Bedah Buku Tan Malaka di UGM berjalan Aman

Jogja-KoPi, Bedah Buku “Tan Malaka: Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia” oleh Harry A. Poeze berjalan aman dan lancar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Selasa sore (18/2/2014)

Acara yang sempat mendapat kecaman di berbagai provinsi nusantara ini akhirnya berlangsung dengan tertib dan lancar di Fakultas Hukum UGM Yogyakarta dan dihadiri puluhan mahasiswa, meskipun sempat mengalami kemoloran selama 1,5 jam yang disebabkan keterlambatan perjalanan Harry A Poeze dari Salatiga menuju Yogyakarta. Untuk mengisi kemoloran tersebut Eko Prasetyo turut menjadi pembicara dadakan.

Menanggapi berbagai penolakan yang dialaminya di Indonesia, Harry berujar,Tan Malaka sendiri sudah keluar dari PKI di tahun 1927. Kalau ada yang berpikiran acara seperti ini untuk menghidupkan ajaran komunis, itu salah.

"Saya sendiri bukan komunis, saya adalah peneliti Tan Malaka ," tegasnya dalam diskusi.

Menanggapi kasus kecaman yang sempat terjadi di kota lain dalam bedah buku ini Yuris Reza,Ketua Dewan Mahasiswa berkomentatar.

”Bedah buku ini di adakan hanya untuk wadah pembelajaran, seperti pada diskusi tadi saya sampaikan bahwa sama halnya dengan belajar sejarah, harapannya dengan salah satu buku yang berisi dengan salah satu tokoh Indonesia Tan Malaka ini kita bedah, maka kita bias tau sejarah, gagasan-gagasan dan ide dia yang bagus bisa kita terapkan di masa yang sekarang. Jadi kalau kemarin-kemarin ada penolakan, saya pikir, saya memilih tempat di kampus karena memang ini sebagai ruang diskusi, dan saya harapkan kita akan berdiskusi secara akademis, bukan secara yang lain.”

Berbea denga reaksi berelbihan di Surabaya dan Semarang, acara bedah buku di Jogja ini tidak mendapatkan kecaman dari pihak manapun.


Reportera;  Hari N.

back to top