Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri
Surabaya - KoPi | Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), target Jatim dalam menjdi provinsi industri sepertinya masih perlu dievaluasi. Pasalnya, Jatim masih kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku industri. Misalnya, bahan baku tepung tapioka yang belum bisa disuplai dari produksi lokal Jatim.
 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan, pemenuhan bahan baku tepung tapioka untuk industri memang masih sangat kurang. “Kesulitan pasokan bahan baku ini dirasakan salah satu perusahaan yang berinvestasi di Jatim, Cheil Jedang Korea,” katanya, Senin (12/10).

Dia mengatakan, Cheil Jedang sudah mulai berivestasi di Jatim sejak tahun 2010 dengan dana hampir Rp 6 triliun. Perusahaan yang memiliki pabrik di Jombang tersebut membutuhkan pasokan bahan baku 1 juta ton tepung tapioka per hari.

“Sebenarnya Jawa Timur bisa ditanami bahan baku tepung tapioka, tapi akan mengorbankan beras, kedelai dan sebagainya. Maka kita tidak bisa suplai banyak untuk memenuhi kebutuhan Cheil Jedang,” ujar Hadi.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah memberi solusi untuk mengambil sebagian bahan baku impor dari provinsi lain seperti Lampung, namun ternyata masih belum cukup. Solusi lain yaitu impor dari negara lain seperti Thailand dan Filipina.

Hadi mengatakan, agar produksi industri PMA (penanaman modal asing) tersebut bisa terus berjalan, Jatim berrencana akan bekerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut menawarkan 3000 hektare lahan di Lombok Barat. Meski demikian, ada kendala lain yang masih harus dihadapi Jatim, yaitu kurangnya pelabuhannya. 

back to top