Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri
Surabaya - KoPi | Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), target Jatim dalam menjdi provinsi industri sepertinya masih perlu dievaluasi. Pasalnya, Jatim masih kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku industri. Misalnya, bahan baku tepung tapioka yang belum bisa disuplai dari produksi lokal Jatim.
 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan, pemenuhan bahan baku tepung tapioka untuk industri memang masih sangat kurang. “Kesulitan pasokan bahan baku ini dirasakan salah satu perusahaan yang berinvestasi di Jatim, Cheil Jedang Korea,” katanya, Senin (12/10).

Dia mengatakan, Cheil Jedang sudah mulai berivestasi di Jatim sejak tahun 2010 dengan dana hampir Rp 6 triliun. Perusahaan yang memiliki pabrik di Jombang tersebut membutuhkan pasokan bahan baku 1 juta ton tepung tapioka per hari.

“Sebenarnya Jawa Timur bisa ditanami bahan baku tepung tapioka, tapi akan mengorbankan beras, kedelai dan sebagainya. Maka kita tidak bisa suplai banyak untuk memenuhi kebutuhan Cheil Jedang,” ujar Hadi.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah memberi solusi untuk mengambil sebagian bahan baku impor dari provinsi lain seperti Lampung, namun ternyata masih belum cukup. Solusi lain yaitu impor dari negara lain seperti Thailand dan Filipina.

Hadi mengatakan, agar produksi industri PMA (penanaman modal asing) tersebut bisa terus berjalan, Jatim berrencana akan bekerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut menawarkan 3000 hektare lahan di Lombok Barat. Meski demikian, ada kendala lain yang masih harus dihadapi Jatim, yaitu kurangnya pelabuhannya. 

back to top