Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri
Surabaya - KoPi | Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), target Jatim dalam menjdi provinsi industri sepertinya masih perlu dievaluasi. Pasalnya, Jatim masih kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku industri. Misalnya, bahan baku tepung tapioka yang belum bisa disuplai dari produksi lokal Jatim.
 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan, pemenuhan bahan baku tepung tapioka untuk industri memang masih sangat kurang. “Kesulitan pasokan bahan baku ini dirasakan salah satu perusahaan yang berinvestasi di Jatim, Cheil Jedang Korea,” katanya, Senin (12/10).

Dia mengatakan, Cheil Jedang sudah mulai berivestasi di Jatim sejak tahun 2010 dengan dana hampir Rp 6 triliun. Perusahaan yang memiliki pabrik di Jombang tersebut membutuhkan pasokan bahan baku 1 juta ton tepung tapioka per hari.

“Sebenarnya Jawa Timur bisa ditanami bahan baku tepung tapioka, tapi akan mengorbankan beras, kedelai dan sebagainya. Maka kita tidak bisa suplai banyak untuk memenuhi kebutuhan Cheil Jedang,” ujar Hadi.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah memberi solusi untuk mengambil sebagian bahan baku impor dari provinsi lain seperti Lampung, namun ternyata masih belum cukup. Solusi lain yaitu impor dari negara lain seperti Thailand dan Filipina.

Hadi mengatakan, agar produksi industri PMA (penanaman modal asing) tersebut bisa terus berjalan, Jatim berrencana akan bekerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut menawarkan 3000 hektare lahan di Lombok Barat. Meski demikian, ada kendala lain yang masih harus dihadapi Jatim, yaitu kurangnya pelabuhannya. 

back to top