Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri
Surabaya - KoPi | Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), target Jatim dalam menjdi provinsi industri sepertinya masih perlu dievaluasi. Pasalnya, Jatim masih kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku industri. Misalnya, bahan baku tepung tapioka yang belum bisa disuplai dari produksi lokal Jatim.
 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan, pemenuhan bahan baku tepung tapioka untuk industri memang masih sangat kurang. “Kesulitan pasokan bahan baku ini dirasakan salah satu perusahaan yang berinvestasi di Jatim, Cheil Jedang Korea,” katanya, Senin (12/10).

Dia mengatakan, Cheil Jedang sudah mulai berivestasi di Jatim sejak tahun 2010 dengan dana hampir Rp 6 triliun. Perusahaan yang memiliki pabrik di Jombang tersebut membutuhkan pasokan bahan baku 1 juta ton tepung tapioka per hari.

“Sebenarnya Jawa Timur bisa ditanami bahan baku tepung tapioka, tapi akan mengorbankan beras, kedelai dan sebagainya. Maka kita tidak bisa suplai banyak untuk memenuhi kebutuhan Cheil Jedang,” ujar Hadi.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah memberi solusi untuk mengambil sebagian bahan baku impor dari provinsi lain seperti Lampung, namun ternyata masih belum cukup. Solusi lain yaitu impor dari negara lain seperti Thailand dan Filipina.

Hadi mengatakan, agar produksi industri PMA (penanaman modal asing) tersebut bisa terus berjalan, Jatim berrencana akan bekerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut menawarkan 3000 hektare lahan di Lombok Barat. Meski demikian, ada kendala lain yang masih harus dihadapi Jatim, yaitu kurangnya pelabuhannya. 

back to top