Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri

Sulit penuhi bahan baku, kendala Jatim jadi provinsi industri
Surabaya - KoPi | Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), target Jatim dalam menjdi provinsi industri sepertinya masih perlu dievaluasi. Pasalnya, Jatim masih kesulitan dalam memenuhi pasokan bahan baku industri. Misalnya, bahan baku tepung tapioka yang belum bisa disuplai dari produksi lokal Jatim.
 

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Hadi Prasetyo, mengatakan, pemenuhan bahan baku tepung tapioka untuk industri memang masih sangat kurang. “Kesulitan pasokan bahan baku ini dirasakan salah satu perusahaan yang berinvestasi di Jatim, Cheil Jedang Korea,” katanya, Senin (12/10).

Dia mengatakan, Cheil Jedang sudah mulai berivestasi di Jatim sejak tahun 2010 dengan dana hampir Rp 6 triliun. Perusahaan yang memiliki pabrik di Jombang tersebut membutuhkan pasokan bahan baku 1 juta ton tepung tapioka per hari.

“Sebenarnya Jawa Timur bisa ditanami bahan baku tepung tapioka, tapi akan mengorbankan beras, kedelai dan sebagainya. Maka kita tidak bisa suplai banyak untuk memenuhi kebutuhan Cheil Jedang,” ujar Hadi.

Mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah memberi solusi untuk mengambil sebagian bahan baku impor dari provinsi lain seperti Lampung, namun ternyata masih belum cukup. Solusi lain yaitu impor dari negara lain seperti Thailand dan Filipina.

Hadi mengatakan, agar produksi industri PMA (penanaman modal asing) tersebut bisa terus berjalan, Jatim berrencana akan bekerjasama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut menawarkan 3000 hektare lahan di Lombok Barat. Meski demikian, ada kendala lain yang masih harus dihadapi Jatim, yaitu kurangnya pelabuhannya. 

back to top