Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Stok beras Bulog menipis, beras raskin terancam habis

Stok beras Bulog menipis, beras raskin terancam habis
Surabaya-KoPi| Tekanan hidup masyarakat Indonesia sepertinya akan semakin berat pada beberapa bulan mendatang. Stok beras Bulog mulai menipis dan kesulitan Bulog menyerap beras dari petani dikhawatirkan akan melambungkan harga beras di pasaran.
 

Minggu lalu, Bulog mengumumkan bahwa stok persediaan beras Bulog hanya tersisa 1,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, 1,1 juta ton adalah medium untuk bantuan raskin dan 600 ribu ton merupakan beras premium untuk pasar komersial. Bulog memprediksi stok tersebut akan habis pada akhir tahun 2015.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengkhawatirkan stok tersebut tidak akan cukup untuk mengamankan pasokan hingga menunggu panen pada Maret dan April tahun depan. Lain ceritanya jika pemerintah mengambil langkah impor beras.

Djarot juga mengatakan, saat ini Bulog kesulitan mendapatkan beras medium dari petani yang sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah, sebesar Rp 7.300 per kg. Apalagi saat ini sudah memasuki pasca panen, saat di mana pasokan beras di sentra pertanian mulai menipis. Selain itu, ancaman El Nino yang berlangsung hingga Februari tahun depan juga dikhawatirkan mengganggu stok beras nasional.

Pemerintahan Joko Widodo sendiri sudah berjanji akan menghentikan impor beras. Namun, dengan menipisnya stok beras pada tahun ini, wacana impor kembali digulirkan beberapa pihak.

back to top