Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Stok beras Bulog menipis, beras raskin terancam habis

Stok beras Bulog menipis, beras raskin terancam habis
Surabaya-KoPi| Tekanan hidup masyarakat Indonesia sepertinya akan semakin berat pada beberapa bulan mendatang. Stok beras Bulog mulai menipis dan kesulitan Bulog menyerap beras dari petani dikhawatirkan akan melambungkan harga beras di pasaran.
 

Minggu lalu, Bulog mengumumkan bahwa stok persediaan beras Bulog hanya tersisa 1,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, 1,1 juta ton adalah medium untuk bantuan raskin dan 600 ribu ton merupakan beras premium untuk pasar komersial. Bulog memprediksi stok tersebut akan habis pada akhir tahun 2015.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengkhawatirkan stok tersebut tidak akan cukup untuk mengamankan pasokan hingga menunggu panen pada Maret dan April tahun depan. Lain ceritanya jika pemerintah mengambil langkah impor beras.

Djarot juga mengatakan, saat ini Bulog kesulitan mendapatkan beras medium dari petani yang sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah, sebesar Rp 7.300 per kg. Apalagi saat ini sudah memasuki pasca panen, saat di mana pasokan beras di sentra pertanian mulai menipis. Selain itu, ancaman El Nino yang berlangsung hingga Februari tahun depan juga dikhawatirkan mengganggu stok beras nasional.

Pemerintahan Joko Widodo sendiri sudah berjanji akan menghentikan impor beras. Namun, dengan menipisnya stok beras pada tahun ini, wacana impor kembali digulirkan beberapa pihak.

back to top