Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Yogyakarta-KoPi| Ada kaitan erat antara sektor perekonomian dengan pemerintah. pemerintah sebagai eksekutif mengeluarkan sejumlah regulasi terkait perekonomian. Salah satunya regulasi ekonomi berbasis kerakyatan. Seperti Disperindagkop DIY, perpanjangan tangan pemerintah ini aktif mengadakan pelatihan ekonomi kreatif kepada UMKM DIY.

Menurut anggota UMKM Kecamatan Mergangsan, pihak dinas rutin memberikan pelatihan industri kreatif kepada masyarakat minimal sebulan sekali.  Namun untuk dukungan modal belum optimal.

Bahkan salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang menyanyangkan bantuan dana yang diajukan seringkali terkena potongan.

“Kalau dana kita ajukan dengan proposal, tapi ya dapatnya dikit. Misal kita ngajuin 10 juta nanti turunnya cuma 3 juta, itu juga dibagi untuk jumlah anggota kelompok, pemerintah harus jeli siapa yang harusnya dibantu”, papar Endang.

Bahkan anggota salah satu UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang tidak mau disebutkan namanya mengeluh susahnya akses modal dari pemerintah.

“Pemerintah Indonesia itu banyak korupsinya. Jujur saja, dana yang dari pemerintah ini kita tahu ada dana benar sama bohong. Harusnya ada fokus manajemen ekonomi”, jelasnya.

Dia juga menambahkan untuk kondisi ekonomi saat ini Indonesia susah bangkit apalagi untuk menghadapi pasar bebas 2015.

“Kalau pemerintah bilang siap pasar bebas, tapi kita di lapangan jelas tidak siap. Dari segi kebijakan, izin, dan modal pemerintah masih sangat kurang. Kita lihat China, di sana mulai dari produksi manajemen sampai pemasarannya perhatian pemerintahnya sangat luar biasa”, pungkasnya. |Winda Efanur FS|

 

 

 

back to top