Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri

Sambut MEA, Jatim ingin bangun agro industri
Surabaya - KoPi | Pemerintah Provinsi Jawa Timur punya angan-angan ambisius menghadapi masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Gubernur Jatim, H Soekarwo menargetkan Jatim dapat menjadi provinsi agro industri yang terkemuka di Asia. Hal tersebut diungkapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disahkan Senin (5/9) lalu.
 

“Kita akan menjadikan Jatim sebagai provinsi agro industri terkemuka di Asia. Ini kan namanya visi, terus dikejar. Lain dengan program, ada batas waktunya,” ujar Soekarwo, Selasa (6/9).

Soekarwo menyatakan ada alasan mengapa memilih visi di bidang agro. Menurutnya, ada waktu di mana 60% penduduk Jawa Timur yang bekerja di sektor pertanian. Namun sekarang posisinya hanya 35%. Agar hasil pertanian yang melimpah tersebut tidak membusuk, maka petani harus masuk pada industri-industri. 

“Yang kita validasi industri primer, yaitu yang mengolah dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi di tempat itu juga. Jadi proses hulu hilirnya satu lokasi. Kalau hilirnya perusahaan besar, dia tetap jadi petani miskin, terutama buruh taninya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, maka itu menjadi jalan bagi masyarakat Jatim untuk lebih berkembang. 

Untuk mengarah menjadi provinsi industri, lanjutnya, harus dimulai dengan mengembangkan produk olahan sehingga harus ada nilai tambah di dalam bahan baku. “Dari aspek bahan baku Jawa Timur cukup bagus secara kuantitas dan kualitas. Bahkan terbaik di Indonesia,” katanya.

 

back to top