Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Peserta difabel dari Vietnam hadir di AYSPP untuk pertama kalinya

Peserta difabel dari Vietnam hadir di AYSPP untuk pertama kalinya
Sleman-KoPi|Diantara 20 tim yang berkompetisi di ASEAN Young Socioprenuership Program(AYSPP) 2017, satu tim tampak berbeda dibandingkan tim-tim lainnya. Salah satu peserta dari tim asal negara Vietnam ini, merupakan seorang difabel tunarungu. 
 
Sebut saja namanya Trang ,gadis belia asal Vietnam ini merupakan seorang penderita tuna rungu atai tidak mampu mendengar. Lewat intrepretatornya atau penerjemah bahasa isyarat, Ia mengatakan bahwa  ini pertama kali dirinya datang berkunjung ke Indonesia dengan cara mengikuti kompetisi ini. Bersama rekan satu timnya yang bernama Anh, ia mengungkapkan dirinya sangat bersemangat setelah lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan berkunjung ke Indonesia. 
 
"Saya bangga dapat hadir sebagai perwakilan dari Vietnam dan mendapatkan kesempatan pertama kali datang ke Indonesia,menurut saya,Indonesia itu negara yang sangat indah,saya sangat ingin belajar budayanya. Dikompetisi ini saya juga bersemangat melihat banyak macam orang,"ujarnya lewat bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Anh, di Balai Senat UGM,Sabtu (16/9)
 
Trang pun menuturkan pada kompetisi ini,ia akan mengenalkan projectnya yang bernama the Youth Home. Youth home ini merupakan project yang diharapkannya dapat membantu serta menjadi media untuk mengenalkan kaum difabel tunarungu Vietnam di Negara ASEAN.
 
The Youth Home ini nantinya akan berbentuk sebuah komunitas berisikan anggota yang difabel dan non difabel. Tujuan dari komunitas ini adalah untuk saling mengajari satu sama lain agar komunikasi pada kedua pihak dapat terjalin. 
 
"Pada Youth Home ini, kami membuat komuintas seperti keluarga dimana yang difabel akan mengajari non difabel bagaimana berkomunikasi dengan cara bahasa isyarat yang merupakan bahasa wajib kaum difabel tunarungu,"tuturnya
 
Tak hanya membangun komunikasi, Trang pun juga akan membuat aktivitas kreatif lainnya seperti membuat minyak bahan alami,sabun buatan tangan menggunakan bahan alami seperti Bunga, kue buatan rumah. 
 
Meski demikian,ia pun mengimbuhkan tujuan utama dibentuknya Komunitas ini adalah untuk menghancurkan batasan antara yang tuli dan  yang tidak demi terbangunnya komunikasi pada kedua pihak.
 
"Kami berusaha menghancurkan pembatas tersebut agar sebuah konektivitas dari kaum difabel dan non difabel dapat terbangun untuk kita semua," tekannya
 
Sementara, dari Kepanitiaan AYSPP mengungkapkan rasa senangnya menerima pendaftar baru dari Negara Vietnam tahun ini. Lewat Event Organizer AYSPP, Agustina Kustulasari mengatakan bahwa ini pertama kalinya peserta difabel tuna rungu mendaftar di Kompetisi ini. 
 
Hadir nya Trang ini, sempat membuat khawatir pihaknya khususnya saat fase presentasi project nanti. Namun demikian setelah sang penerjemah bahasa isyarat  mengatakan mampu membantu,pihaknya tidak akan sungkan- sungkan menyeleksi terlepas apakah tim tersebut difabel atau tidak. 
 
"Pastinya presentasi dia (tim Vietnam) akan sangat menarik karena ini pertama kalinya ada presentasi dari kaum difabel kepada juri kami nanti,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top