Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pesaing banyak, hotel banting harga agar dapat pengunjung

Pesaing banyak, hotel banting harga agar dapat pengunjung
Surabaya - KoPi | Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur M. Sholeh mengatakan pesatnya pembangunan hotel-hotel baru di Surabaya berakibat pada timbulnya persaingan tidak sehat. Pertumbuhan hotel baru di Surabaya terasa paling pesat selama kurun waktu 2011-2014.
 

"Dari kurun waktu 2011 hingga 2014, sudah ada 60-70 hotel baru di Surabaya, baik budget maupun berbintang," ungkapnya kepada KoPi (8/6).

Sholeh mengatakan, karena begitu banyaknya jumlah pesaing, tingkat okupansi hotel menjadi sangat kecil. "Data kami menyebutkan tingkat okupansi hotel di Surabaya hanya 8 sampai 10 %. Sedangkan pembangunan hotel baru mencapai 40 % per tahun. Makanya banyak pengusaha hotel yang rugi," ujar Sholeh.

Dampak semakin banyaknya hotel di Surabaya juga menyebabkan munculnya perang tarif di antara hotel-hotel. Agar kamar mereka tetap terisi, pihak manajemen hotel membanting harga serendah mungkin demi menarik pengunjung.

"Ada hotel bintang 4 yang menjual kamar mereka dengan harga setara dengan hotel bintang 2. Pokoknya gila-gilaan. Semuanya dilakukan supaya kamar mereka terisi," ungkap Sholeh.

Tak pelak, aksi tersebut menimbulkan persaingan tidak sehat. Banyak pengusaha hotel yang rugi atau bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan cara seperti itu.

Karena itu, salah satu poin surat PHRI yang dikirimkan ke Walikota Surabaya Tri Rismaharini berisi permintaan agar pemerintah ikut campur dalam penetapan tarif atas dan tarif bawah hotel. Hal itu supaya setiap hotel tidak seenaknya memasang tarif. PHRI berharap tarif yang berlaku sesuai dengan kamar dan fasilitas yang diberikan.

back to top