Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengusaha hotel minta Walikota Surabaya moratorium pembangunan hotel baru

Salah satu hotel yang baru selesai dibangun di kawasan Surabaya Timur Salah satu hotel yang baru selesai dibangun di kawasan Surabaya Timur
Surabaya - KoPi | Pertumbuhan hotel di kota surabaya dan kota metropolitan lain bak jamur di musim hujan. Dalam beberapa tahun terakhir berbagai hotel baru, baik budget maupun berbintang, terus bermunculan. Sayangnya, pertumbuhan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan jumlah pengunjung. Akibatnya banyak pengusaha hotel yang merugi.
 

Tak ingin hal tersebut terus berlangsung, Senin (8/6) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur mengirimkan surat kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk melakukan moratorium pembangunan hotel baru. "Ya, hari ini kami mengirimkan delegasi kepada walikota untuk memohon supaya ada moratorium  pembangunan hotel baru di Surabaya," ujar Ketua PHRI Jawa Timur M. Sholeh ketika dihubungi KoPi.

Sholeh mengatakan jika tidak dilakukan moratorioum, yang rugi justru pengusaha bisnis perhotelan sendiri. Ia mengatakan karena begitu banyaknya hotel di Surabaya, jumlah kamar yang terisi jadi turun.

"Beberapa pengusaha sudah harus melakukan efisiensi agar bisa bertahan. Ada yang mengurangi SDM, ada juga yang mengurangi fasilitas," tutur Sholeh.

Ia mengungkapkan, akibat pengurangan SDM, tingkat keamanan di beberapa hotel menjadi turun. Tidak cukup pegawai yang mengawasi keamanan hotel sehingga sering terjadi gangguan keamanan. 

"Karena itu kami mengirim surat kepada walikota yang berisi  poin. Yang pertama penghentian pembangunan hotel baru, baik budget maupun berbintang. Yang kedua, memohon supaya walikota membuat SK untuk menetapkan ketentuan tarif atas dan tarif bawah sesuai klasifikasi kamar. Dan yang ketiga meminta agar pengajuan ijin hotel dan usaha pariwisata melibatkan PHRI," ungkap Sholeh.

Berdasarkan pengamatan KoPi, hotel-hotel baru terus bermunculan di Surabaya, terutama kawasan Surabaya Pusat. Mayoritas hotel baru yang muncul adalah hotel kelas budget yang menawarkan kamar murah dengan berbagai promo.

back to top