Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Penertiban PKL Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat

salah satu lapak di Alun-Alun Utara salah satu lapak di Alun-Alun Utara

Jogjakarta-KoPi| Relokasi Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun utara yang berlangsung Rabu, 29 Juli 2015 lalu masih menyisakan penolakan dari para pedagang. Sekitar 500-an pedagang yang biasa berjualan di pinggiran Alun-Alun Utara terpaksa direlokasi ke tempat baru.

Saat pelaksanaan relokasi pada Rabu lalu sempat terjadi kerusuhan antara PKL dengan Pemkot terutama pihak Dinas Penertiban Kota Jogjakarta. Pedagang menilai penertiban pada PKL di Alun-Alun Utara merugikan bagi para pedagang.

Salah satu pedagang, Yuni (49) mengaku sangat kaget dengan relokasi yang terjadi pada Kamis lalu. Dirinya mengaku penertiban dilakukan secara mendadak. Kini setelah penertiban dirinya merasa kesulitan berjualan.

"Penertiban ini menyulitkan ekonomi masyarakat. Jualan jadi susah, mau jualan juga sepi. Ini dari teman-teman juga pada males jualan karena sepi," tutur Yuni saat berjualan gerobak minuman di Alun-Alun Utara pukul 11.00 Wib.

Selain menimpa PKL, Yuni menambahkan dampak penataan tersebut meresahkan semua pihak baik PKL, tukang parkir, becak. Dia merasa penataan Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan oleh penjual warung makan, Tumirah (55) bahwa penataan kawasan Alun-Alun Utara bisa mengurangi pendapatan penjualan. Pasalnya lokasi relokasi jauh dari kedatangan para pengunjung.

"Lokasi kita dipindah ke pinggir sisi di bagian Timur dan barat yang jauh dijamah oleh para pengunjung. Pengunjung datang kan ke wilayah tengah, jalan ke timur kan jauh. Harapannya nanti di drop bus di sini (kios pedagang yang baru),” papar Tumirah. |Winda Efanur FS|

back to top