Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penertiban PKL Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat

salah satu lapak di Alun-Alun Utara salah satu lapak di Alun-Alun Utara

Jogjakarta-KoPi| Relokasi Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun utara yang berlangsung Rabu, 29 Juli 2015 lalu masih menyisakan penolakan dari para pedagang. Sekitar 500-an pedagang yang biasa berjualan di pinggiran Alun-Alun Utara terpaksa direlokasi ke tempat baru.

Saat pelaksanaan relokasi pada Rabu lalu sempat terjadi kerusuhan antara PKL dengan Pemkot terutama pihak Dinas Penertiban Kota Jogjakarta. Pedagang menilai penertiban pada PKL di Alun-Alun Utara merugikan bagi para pedagang.

Salah satu pedagang, Yuni (49) mengaku sangat kaget dengan relokasi yang terjadi pada Kamis lalu. Dirinya mengaku penertiban dilakukan secara mendadak. Kini setelah penertiban dirinya merasa kesulitan berjualan.

"Penertiban ini menyulitkan ekonomi masyarakat. Jualan jadi susah, mau jualan juga sepi. Ini dari teman-teman juga pada males jualan karena sepi," tutur Yuni saat berjualan gerobak minuman di Alun-Alun Utara pukul 11.00 Wib.

Selain menimpa PKL, Yuni menambahkan dampak penataan tersebut meresahkan semua pihak baik PKL, tukang parkir, becak. Dia merasa penataan Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan oleh penjual warung makan, Tumirah (55) bahwa penataan kawasan Alun-Alun Utara bisa mengurangi pendapatan penjualan. Pasalnya lokasi relokasi jauh dari kedatangan para pengunjung.

"Lokasi kita dipindah ke pinggir sisi di bagian Timur dan barat yang jauh dijamah oleh para pengunjung. Pengunjung datang kan ke wilayah tengah, jalan ke timur kan jauh. Harapannya nanti di drop bus di sini (kios pedagang yang baru),” papar Tumirah. |Winda Efanur FS|

back to top