Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Penertiban PKL Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat

salah satu lapak di Alun-Alun Utara salah satu lapak di Alun-Alun Utara

Jogjakarta-KoPi| Relokasi Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun utara yang berlangsung Rabu, 29 Juli 2015 lalu masih menyisakan penolakan dari para pedagang. Sekitar 500-an pedagang yang biasa berjualan di pinggiran Alun-Alun Utara terpaksa direlokasi ke tempat baru.

Saat pelaksanaan relokasi pada Rabu lalu sempat terjadi kerusuhan antara PKL dengan Pemkot terutama pihak Dinas Penertiban Kota Jogjakarta. Pedagang menilai penertiban pada PKL di Alun-Alun Utara merugikan bagi para pedagang.

Salah satu pedagang, Yuni (49) mengaku sangat kaget dengan relokasi yang terjadi pada Kamis lalu. Dirinya mengaku penertiban dilakukan secara mendadak. Kini setelah penertiban dirinya merasa kesulitan berjualan.

"Penertiban ini menyulitkan ekonomi masyarakat. Jualan jadi susah, mau jualan juga sepi. Ini dari teman-teman juga pada males jualan karena sepi," tutur Yuni saat berjualan gerobak minuman di Alun-Alun Utara pukul 11.00 Wib.

Selain menimpa PKL, Yuni menambahkan dampak penataan tersebut meresahkan semua pihak baik PKL, tukang parkir, becak. Dia merasa penataan Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan oleh penjual warung makan, Tumirah (55) bahwa penataan kawasan Alun-Alun Utara bisa mengurangi pendapatan penjualan. Pasalnya lokasi relokasi jauh dari kedatangan para pengunjung.

"Lokasi kita dipindah ke pinggir sisi di bagian Timur dan barat yang jauh dijamah oleh para pengunjung. Pengunjung datang kan ke wilayah tengah, jalan ke timur kan jauh. Harapannya nanti di drop bus di sini (kios pedagang yang baru),” papar Tumirah. |Winda Efanur FS|

back to top