Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penertiban PKL Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat

salah satu lapak di Alun-Alun Utara salah satu lapak di Alun-Alun Utara

Jogjakarta-KoPi| Relokasi Pedagang Kaki Lima di Alun-Alun utara yang berlangsung Rabu, 29 Juli 2015 lalu masih menyisakan penolakan dari para pedagang. Sekitar 500-an pedagang yang biasa berjualan di pinggiran Alun-Alun Utara terpaksa direlokasi ke tempat baru.

Saat pelaksanaan relokasi pada Rabu lalu sempat terjadi kerusuhan antara PKL dengan Pemkot terutama pihak Dinas Penertiban Kota Jogjakarta. Pedagang menilai penertiban pada PKL di Alun-Alun Utara merugikan bagi para pedagang.

Salah satu pedagang, Yuni (49) mengaku sangat kaget dengan relokasi yang terjadi pada Kamis lalu. Dirinya mengaku penertiban dilakukan secara mendadak. Kini setelah penertiban dirinya merasa kesulitan berjualan.

"Penertiban ini menyulitkan ekonomi masyarakat. Jualan jadi susah, mau jualan juga sepi. Ini dari teman-teman juga pada males jualan karena sepi," tutur Yuni saat berjualan gerobak minuman di Alun-Alun Utara pukul 11.00 Wib.

Selain menimpa PKL, Yuni menambahkan dampak penataan tersebut meresahkan semua pihak baik PKL, tukang parkir, becak. Dia merasa penataan Alun-Alun Utara melumpuhkan ekonomi masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan oleh penjual warung makan, Tumirah (55) bahwa penataan kawasan Alun-Alun Utara bisa mengurangi pendapatan penjualan. Pasalnya lokasi relokasi jauh dari kedatangan para pengunjung.

"Lokasi kita dipindah ke pinggir sisi di bagian Timur dan barat yang jauh dijamah oleh para pengunjung. Pengunjung datang kan ke wilayah tengah, jalan ke timur kan jauh. Harapannya nanti di drop bus di sini (kios pedagang yang baru),” papar Tumirah. |Winda Efanur FS|

back to top