Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pasar Indonesia jatuh bukan karena hukuman mati

milik:metronews.com milik:metronews.com

KoPi| Analis finansial Lin Che Wei membantah rumor yang menyatakan pasar Indonesia jatuh karena menjatuhkan hukuman mati. Lin Che We mengatakan bahwa jatuhnya pasar atau turunnya stock-market hanya sebuah kebetulan saja bersamaan dengan eksekusi hukuman mati beberapa waktu lalu.

Menurut Lin Che Wei, ada tiga penyebab dari market sell-off, pertama, kekuatiran melemahnya perekonomian di Indonesia .

Ke dua, Corporate Earnings dari beberapa perusahaan yg jauh di bawah harapan dan ke tiga, kekuatiran investor sehubungan pidato presiden di KAA dan debat tentang hutang IMF. Jadi tidak ada hubungannya antara Stock Market dengan hukuman mati. Demikian Lin Che Wei menjelaskan di Fbnya, 30 April 2015.|

back to top