Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Paket kebijakan ekonomi September II disambut skeptis rakyat kecil

Paket kebijakan ekonomi September II disambut skeptis rakyat kecil

Surabaya - KoPi |Presiden Joko Widodo mengumumkan paket kebijakan jilid II yang diyakini ampuh melawan kemerosotan perekonomian Indonesia. Dalam kebijakan yang diumumkan kemarin (29/9) Jokowi mengutamakan sektor Industri dan investasi.

Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah memberikan proses percepatan pemberian Tax allowance dan Tax holiday (pembebasan pajak) bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal ini diyakini merupakan cara terbaik untuk menaikan kemerosotan perekonomian di Indonesia. Seperti yang diketahui sebelumnya, produksi di Indonesia semakin menurun, daya beli masyarakat semakin merosot dan sebanyak 43.000 pekerja di PHK.

Namun, kebijakan ini menuai sinisme dari masyarakat terutama pedagang kalangan bawah. “Oke sekarang ada paket kebijakan dua, larinya ke para investor, perusahaan besar. Lalu bagaimana dengan sektor rakyat kecil? Ditinggalkan begitu saja” ujar Halimah pemilik toko Fashion di Surabaya.

Halimah merasakan kemerosotan daya beli masyarakat. Biasanya ia menerima puluhan pembeli setiap hari, namun belakangan ini tokonya mulai terlihat sepi.

“Jokowi bikin kebijakan untuk kalangan pengusaha atas, tapi melupakan kalangan bawah. Sama aja membunuh rakyatnya toh? Gak realistis," ujarnya kepada KoPi.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi, Kamis, 9 September 2015 mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang disebut sebagai Paket Ekonomi September I. Paket kebijakan ini di antaranya adalah memberikan kemudahan bagi berkembangnya usaha kecil menengah (UKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tetapi, sepertinya paket kebijakan yang menyasar ke pengusaha kecil menengah tersebut belum begitu dipahami masyarakat kecil. |Labibah

back to top