Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Paket kebijakan ekonomi September II disambut skeptis rakyat kecil

Paket kebijakan ekonomi September II disambut skeptis rakyat kecil

Surabaya - KoPi |Presiden Joko Widodo mengumumkan paket kebijakan jilid II yang diyakini ampuh melawan kemerosotan perekonomian Indonesia. Dalam kebijakan yang diumumkan kemarin (29/9) Jokowi mengutamakan sektor Industri dan investasi.

Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah memberikan proses percepatan pemberian Tax allowance dan Tax holiday (pembebasan pajak) bagi investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal ini diyakini merupakan cara terbaik untuk menaikan kemerosotan perekonomian di Indonesia. Seperti yang diketahui sebelumnya, produksi di Indonesia semakin menurun, daya beli masyarakat semakin merosot dan sebanyak 43.000 pekerja di PHK.

Namun, kebijakan ini menuai sinisme dari masyarakat terutama pedagang kalangan bawah. “Oke sekarang ada paket kebijakan dua, larinya ke para investor, perusahaan besar. Lalu bagaimana dengan sektor rakyat kecil? Ditinggalkan begitu saja” ujar Halimah pemilik toko Fashion di Surabaya.

Halimah merasakan kemerosotan daya beli masyarakat. Biasanya ia menerima puluhan pembeli setiap hari, namun belakangan ini tokonya mulai terlihat sepi.

“Jokowi bikin kebijakan untuk kalangan pengusaha atas, tapi melupakan kalangan bawah. Sama aja membunuh rakyatnya toh? Gak realistis," ujarnya kepada KoPi.

Sebelumnya, Pemerintah Jokowi, Kamis, 9 September 2015 mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang disebut sebagai Paket Ekonomi September I. Paket kebijakan ini di antaranya adalah memberikan kemudahan bagi berkembangnya usaha kecil menengah (UKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tetapi, sepertinya paket kebijakan yang menyasar ke pengusaha kecil menengah tersebut belum begitu dipahami masyarakat kecil. |Labibah

back to top