Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung
KoPi| Di tengah lesunya perekonomian nasional, pemerintah justru menaikkan PPN rokok demi mengejar target pajak. Langkah pemerintah tersebut dikhawatirkan menambah panjang daftar perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya.
 

Peraturan Kementerian Keuangan yang menaikkan PPN rokok sebesar 0,3% tersebut rencananya akan mulai berlaku tahun depan. Terkait keputusan Menteri Keuangan tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin telah mengirimkan surat keberatan. Saleh khawatir kalangan industri akan semakin terbebani dengan adanya tambahan pajak tersebut.

"Teman-teman industri agak sedikit keberatan setelah target kenaikan cukai yang dinilai terlalu tinggi. PPN ini menyulitkan industri rokok yang ada, terutama industri kecil. Nanti bisa ada PHK lagi," ujar Saleh, Selasa, seperti dikutip dari Sindo.

Kekhawatiran Saleh tersebut bukannya tidak beralasan. Imbas pelemahan ekonomi dan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sudah membuat beberapa perusahaan merumahkan karyawannya.

Data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan, hingga tanggal 28 September 2015, dari 724.500 pekerja yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT), 27.000 di antaranya merupakan korban PHK. Angka tersebut hanya berdasar data valid dari BPJS. Bisa jadi di luar sana ada lebih banyak karyawan yang terkena PHK. Pasalnya, tidak semua pengusaha melaporkan PHK kepada pemerintah, atau ada juga pegawai yang tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

 

back to top