Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung
KoPi| Di tengah lesunya perekonomian nasional, pemerintah justru menaikkan PPN rokok demi mengejar target pajak. Langkah pemerintah tersebut dikhawatirkan menambah panjang daftar perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya.
 

Peraturan Kementerian Keuangan yang menaikkan PPN rokok sebesar 0,3% tersebut rencananya akan mulai berlaku tahun depan. Terkait keputusan Menteri Keuangan tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin telah mengirimkan surat keberatan. Saleh khawatir kalangan industri akan semakin terbebani dengan adanya tambahan pajak tersebut.

"Teman-teman industri agak sedikit keberatan setelah target kenaikan cukai yang dinilai terlalu tinggi. PPN ini menyulitkan industri rokok yang ada, terutama industri kecil. Nanti bisa ada PHK lagi," ujar Saleh, Selasa, seperti dikutip dari Sindo.

Kekhawatiran Saleh tersebut bukannya tidak beralasan. Imbas pelemahan ekonomi dan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sudah membuat beberapa perusahaan merumahkan karyawannya.

Data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan, hingga tanggal 28 September 2015, dari 724.500 pekerja yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT), 27.000 di antaranya merupakan korban PHK. Angka tersebut hanya berdasar data valid dari BPJS. Bisa jadi di luar sana ada lebih banyak karyawan yang terkena PHK. Pasalnya, tidak semua pengusaha melaporkan PHK kepada pemerintah, atau ada juga pegawai yang tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

 

back to top