Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Kerjasama segitiga Kupang-Dili-Darwin sudah meredup Featured

Kerjasama segitiga Kupang-Dili-Darwin sudah meredup
Kupang-KoPi| Ketua Forum Komunikasi (Forkom) antar pengusaha Nusa Tenggara Timur, Timor Timur, dan Australia Utara Ferdi Tanoni mengatakan kerja sama segi tiga untuk membangun pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut, sudah mulai meredup setelah Timor Timur lepas dari NKRI.
 
"Kerja sama antar kawasan itu bisa dihidupkan kembali jika ada 'political will' dari masing-masing pemerintahan untuk mendorong kalangan dunia usaha menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di  selatan kawasan timur Indonesia dan Australia Utara," katanya menjawab wartawan di Kupang, Kamis, ketika ditanya soal nasib dari kerja sama segi tiga tersebut.
 
Tanoni yang juga mantan agen Imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengatakan dokumen-dokumen kerja sama antara NTT, Timor Leste, dan Australia Utara masih tersimpan rapi, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap Forum Komunikasi  antar pengusaha yang dirintisnya itu.
 
"Keinginan saya pada saat itu, untuk menjadikan Kupang sebagai gerbang kawasan pertumbuhan ekonomi baru di selatan kawasan timur Indonesia, setelah Makassar di Sulawesi Selatan dan Manado di Sulawesi Utara," ujar Tanoni.
 
Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) itu mengatakan sebagai ketua Forkom, dirinya siap untuk merancang kembali gagasan yang telah meredup itu, jika pemerintah menginginkan untuk dihidupkan lagi.
 
"Dokumen kerja sama masih kita simpan, dan bisa kita bicarakan kembali dengan kalangan pengusaha di Dili, Timor Leste dan Darwin, Australia Utara," katanya.
 
Menurut dia, kerja sama segi tiga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di tiga kawasan itu, sifatnya saling menguntungkan dan saling melengkapi.
 
"Kupang menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di selatan kawasan timur Indonesia, dan menjadi pintu gerbang di selatan Indonesia untuk mengantisipasi era perdagangan bebas dunia ini dan juga APEC (Asia Pacific Econonomic Coorporation) yang akan diberlakukan pada 2020," kata pemerhati Laut Timor itu.
 
Menurut Tanoni, langkah awal yang perlu dilakukan untuk mensinergikan kerja sama antar kawasan itu adalah membuka kembali rute penerbangan Kupang-Darwin dan Kupang-Dili atau Kupang-Dili-Darwin, PP.
 
"Jika hanya perjanjian saja tanpa ada 'political will' dari masing-masing pemerintahan, saya yakin akan mudah redup seperti skema perjanjian kerja sama Kupang-Dili-Darwin itu," kata Tanoni yang juga penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Ekonomi Politik Canberra-Jakarta" itu. 
back to top