Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Jogjakarta-KoPi| Koperasi DIY menggelar rangkaian acara guna memeriahkan ulang tahun koperasi Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2015 lalu. Pada usianya yang telah menginjak 68 tahun lamanya koperasi masih banyak menyimpan permasalahan yang belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah.

Menurut salah satu anggota APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) perwakilan Jogja, Tugiyono menilai secara kasat mata kondisi perekonomian koperasi saat ini cenderung stabil. Namun kondisi tersebut belum menyentuh kondisi personal masing-masing koperasi di daerah.

“Dalam koperasi itu biasa ada koperasi yang maju dan ada koperasi yag jatuh. Kita mendorong Kementrian Koperasi untuk memberikan dukungan kepada koperasi yang kurang aktif. Hal ini dilakukan dengan pendataan lagi koperasi-koperasi yang aktif guna kelancaran bantuan," jelas Tugiyono di sela kesibukan menjaga outlet pameran UMKM di Balaikota sore tadi.

Selanjutnya, Tugiyono menjelaskan sangat penting pemerintah menjalin hubungan baik dengan korupsi. Adanya komunikasi berguna untuk menimalisir masalah di lapangan. Tugiyono selaku pemerhati pedagang kaki lima menjelaskan khusus pedagang kaki lima, pihak yang sering bergesekan dengan pemerintah.

“Kami koperasi PPKLY (Persatuan Pedagang kaki Lima Yogyakarta) anggotanya ada 4000 ribu pedagang. Kami melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan selama ini mereka menganggap PKL itu kumuh dan kotor,” jelas Tugiyono. |Winda Efanur FS|

back to top