Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Kementrian Koperasi perlu perhatikan 'koperasi pasif'

Jogjakarta-KoPi| Koperasi DIY menggelar rangkaian acara guna memeriahkan ulang tahun koperasi Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2015 lalu. Pada usianya yang telah menginjak 68 tahun lamanya koperasi masih banyak menyimpan permasalahan yang belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah.

Menurut salah satu anggota APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) perwakilan Jogja, Tugiyono menilai secara kasat mata kondisi perekonomian koperasi saat ini cenderung stabil. Namun kondisi tersebut belum menyentuh kondisi personal masing-masing koperasi di daerah.

“Dalam koperasi itu biasa ada koperasi yang maju dan ada koperasi yag jatuh. Kita mendorong Kementrian Koperasi untuk memberikan dukungan kepada koperasi yang kurang aktif. Hal ini dilakukan dengan pendataan lagi koperasi-koperasi yang aktif guna kelancaran bantuan," jelas Tugiyono di sela kesibukan menjaga outlet pameran UMKM di Balaikota sore tadi.

Selanjutnya, Tugiyono menjelaskan sangat penting pemerintah menjalin hubungan baik dengan korupsi. Adanya komunikasi berguna untuk menimalisir masalah di lapangan. Tugiyono selaku pemerhati pedagang kaki lima menjelaskan khusus pedagang kaki lima, pihak yang sering bergesekan dengan pemerintah.

“Kami koperasi PPKLY (Persatuan Pedagang kaki Lima Yogyakarta) anggotanya ada 4000 ribu pedagang. Kami melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan selama ini mereka menganggap PKL itu kumuh dan kotor,” jelas Tugiyono. |Winda Efanur FS|

back to top