Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Karyawan dan mahasiswa terhimpit kenaikan tarif kereta

Karyawan dan mahasiswa terhimpit kenaikan tarif kereta
Surabaya – KoPi | Tarif kereta api kelas ekonomi akan naik per 1 April mendatang. Fluktuasi minyak dunia dituding menjadi penyebabnya. Bagaimana masyarakat yang rutin menggunakan layanan kereta api menanggapi kenaikan harga tersebut?
 

Salah satu yang terkena dampaknya adalah mahasiswa rantau. Seperti yang dituturkan Yunita, salah seorang mahasiswa asal Blitar yang berkuliah di Kota Malang. Ia mengatakan biasa pulang naik kereta 1 minggu sekali. Sebelum ada kenaikan harga, ia biasa pulang ke Blitar dengan naik kereta api Penataran relasi Blitar – Surabaya dengan harga tiket Rp 5.500. Namun, mulai 1 April mendatang, ia harus mengeluarkan uang Rp 15.000 untuk tiket sekali jalan.

“Ya mau gimana lagi, Mas. Berat sih sebagai mahasiswa jika kenaikannya sampai segitu. Tapi kalau fasilitasnya lebih baik sepertinya tidak apa-apa. Ya efeknya mungkin saya jadi lebih jarang pulang ke rumah,” tuturnya.

Hal yang sama dituturkan oleh Santi, seorang karyawan asal Malang yang bekerja di Surabaya. Ia dan rekan-rekan pekerja asal Malang umumnya menggunakan jasa kereta api untuk berangkat dan pulang kerja. Dengan kenaikan tarif yang mencapai 3 kali lipat diakuinya sangat memberatkan.

“Memang memberatkan. Kawan-kawan saya juga sempat protes ke PT KAI karena kenaikannya sampai segitu. Kalau naik hingga Rp 10.000 masih tidak masalah. Tapi kalau Rp 15.000 itu berat banget buat karyawan,” ujarnya.

Santi menuturkan, karyawan harus setiap hari pergi pulang dari Malang ke Surabaya. Biaya itu belum ditambah ongkos untuk naik angkutan umum dari stasiun ke tempat bekerja dan makan siang. Jika harga tiket dinaikkan sampai Rp 15.000 seorang karyawan bisa menghabiskan setidaknya Rp 50.000 perhari. Artinya, dalam sebulan para karyawan tersebut bisa menghabiskan Rp 1 juta hanya untuk biaya transportasi saja.

“90 % penumpang kereta pagi dan sore hari itu kan karyawan dan pedagang, Mas. Kalau kami habis segitu lebih baik kami tidak usah naik kereta. Saya jamin kereta ekonomi akan kosong,” tukas Santi.

Kenaikan harga tiket kereta api kelas ekonomi mencapai antara 50% hingga 200%. Kenaikan sebesar 300% dialami untuk kereta api lokal jarak pendek seperti kereta api Penataran relasi Surabaya – Blitar lewat Malang dan kereta api Rapih Dhoho relasi Surabaya – Blitar lewat Kertososno. Sementara kereta api ekonomi jarak menengah dan jarak jauh naik antara 50% hingga 100%.

 

back to top