Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Yogyakarta-KoPi- Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa dalam mengisi waktu luangnya sekaligus menghasilkan “uang jajan” untuk meringankan beban orang tua. Selain untuk mengisi waktu luang serta mendapatkan penghasilan sendiri, mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nur Ahmad Saktiono, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi contoh mahasiswa kreatif dan inovatif. Bermodal tekad serta ketekunan yang tinggi, dia menciptakan binder beraneka motif yang sangat menarik. Dengan fasilitas seadanya, dia menciptakan suatu produk unik yang kini telah dipasarkan di swalayan PAMELLA.

Awal mulanya, dia mencoba-coba membuat kerajinan tangan jenis lain yang berbahan dasar kertas karton, yaitu kotak kado. Akan tetapi, karena proses pembuatannya cukup rumit serta membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dia beralih membuat binder. Pembuatan binder memiliki efisiensi waktu serta manfaat yang lebih karena banyak kalangan masyarakat khususnya mahasiswa yang membutuhkannya.


Selain menciptakan motif-motif sendiri, Ahmad juga menerima pesanan motif-motif tertentu sesuai keinginan pelanggan. Beberapa pelanggan telah memesan binder yang  bermotif  klub sepakbola favoritnya.

Ahmad tidak berambisi mencari untung banyak, yang penting masyarakat bisa memperoleh manfaat dari usahanya tersebut. Hanya dengan uang lima belas ribu rupiah, masyarakat bisa mendapatkan sebuah binder cantik ini.

Ahmad ingin produknya menyebar luas di masyarakat. Meskipun hanya menggunakan alat-alat sederhana, dia yakin bahwa binder buatannya bisa bersaing dengan binder-binder lain buatan pabrik. Target selanjutnya, dia ingin produknya merambah ke toko dan swalayan yang lain, seperti Toko WS, Toko Rukun, dan Swalayan Peni.

Dengan ini, mahasiswa yang lain diharapkan tergugah inspirasinya untuk memunculkan produk-produk lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika lulus nanti, mahasiswa bisa mengembangkannya sebagai alternatif usaha di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.


Wahyu

back to top