Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Yogyakarta-KoPi- Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa dalam mengisi waktu luangnya sekaligus menghasilkan “uang jajan” untuk meringankan beban orang tua. Selain untuk mengisi waktu luang serta mendapatkan penghasilan sendiri, mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nur Ahmad Saktiono, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi contoh mahasiswa kreatif dan inovatif. Bermodal tekad serta ketekunan yang tinggi, dia menciptakan binder beraneka motif yang sangat menarik. Dengan fasilitas seadanya, dia menciptakan suatu produk unik yang kini telah dipasarkan di swalayan PAMELLA.

Awal mulanya, dia mencoba-coba membuat kerajinan tangan jenis lain yang berbahan dasar kertas karton, yaitu kotak kado. Akan tetapi, karena proses pembuatannya cukup rumit serta membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dia beralih membuat binder. Pembuatan binder memiliki efisiensi waktu serta manfaat yang lebih karena banyak kalangan masyarakat khususnya mahasiswa yang membutuhkannya.


Selain menciptakan motif-motif sendiri, Ahmad juga menerima pesanan motif-motif tertentu sesuai keinginan pelanggan. Beberapa pelanggan telah memesan binder yang  bermotif  klub sepakbola favoritnya.

Ahmad tidak berambisi mencari untung banyak, yang penting masyarakat bisa memperoleh manfaat dari usahanya tersebut. Hanya dengan uang lima belas ribu rupiah, masyarakat bisa mendapatkan sebuah binder cantik ini.

Ahmad ingin produknya menyebar luas di masyarakat. Meskipun hanya menggunakan alat-alat sederhana, dia yakin bahwa binder buatannya bisa bersaing dengan binder-binder lain buatan pabrik. Target selanjutnya, dia ingin produknya merambah ke toko dan swalayan yang lain, seperti Toko WS, Toko Rukun, dan Swalayan Peni.

Dengan ini, mahasiswa yang lain diharapkan tergugah inspirasinya untuk memunculkan produk-produk lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika lulus nanti, mahasiswa bisa mengembangkannya sebagai alternatif usaha di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.


Wahyu

back to top