Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Yogyakarta-KoPi- Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa dalam mengisi waktu luangnya sekaligus menghasilkan “uang jajan” untuk meringankan beban orang tua. Selain untuk mengisi waktu luang serta mendapatkan penghasilan sendiri, mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nur Ahmad Saktiono, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi contoh mahasiswa kreatif dan inovatif. Bermodal tekad serta ketekunan yang tinggi, dia menciptakan binder beraneka motif yang sangat menarik. Dengan fasilitas seadanya, dia menciptakan suatu produk unik yang kini telah dipasarkan di swalayan PAMELLA.

Awal mulanya, dia mencoba-coba membuat kerajinan tangan jenis lain yang berbahan dasar kertas karton, yaitu kotak kado. Akan tetapi, karena proses pembuatannya cukup rumit serta membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dia beralih membuat binder. Pembuatan binder memiliki efisiensi waktu serta manfaat yang lebih karena banyak kalangan masyarakat khususnya mahasiswa yang membutuhkannya.


Selain menciptakan motif-motif sendiri, Ahmad juga menerima pesanan motif-motif tertentu sesuai keinginan pelanggan. Beberapa pelanggan telah memesan binder yang  bermotif  klub sepakbola favoritnya.

Ahmad tidak berambisi mencari untung banyak, yang penting masyarakat bisa memperoleh manfaat dari usahanya tersebut. Hanya dengan uang lima belas ribu rupiah, masyarakat bisa mendapatkan sebuah binder cantik ini.

Ahmad ingin produknya menyebar luas di masyarakat. Meskipun hanya menggunakan alat-alat sederhana, dia yakin bahwa binder buatannya bisa bersaing dengan binder-binder lain buatan pabrik. Target selanjutnya, dia ingin produknya merambah ke toko dan swalayan yang lain, seperti Toko WS, Toko Rukun, dan Swalayan Peni.

Dengan ini, mahasiswa yang lain diharapkan tergugah inspirasinya untuk memunculkan produk-produk lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika lulus nanti, mahasiswa bisa mengembangkannya sebagai alternatif usaha di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.


Wahyu

back to top