Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Karya ekonomi Nur Ahmad Saktiono

Yogyakarta-KoPi- Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa dalam mengisi waktu luangnya sekaligus menghasilkan “uang jajan” untuk meringankan beban orang tua. Selain untuk mengisi waktu luang serta mendapatkan penghasilan sendiri, mahasiswa dapat meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Nur Ahmad Saktiono, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi contoh mahasiswa kreatif dan inovatif. Bermodal tekad serta ketekunan yang tinggi, dia menciptakan binder beraneka motif yang sangat menarik. Dengan fasilitas seadanya, dia menciptakan suatu produk unik yang kini telah dipasarkan di swalayan PAMELLA.

Awal mulanya, dia mencoba-coba membuat kerajinan tangan jenis lain yang berbahan dasar kertas karton, yaitu kotak kado. Akan tetapi, karena proses pembuatannya cukup rumit serta membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dia beralih membuat binder. Pembuatan binder memiliki efisiensi waktu serta manfaat yang lebih karena banyak kalangan masyarakat khususnya mahasiswa yang membutuhkannya.


Selain menciptakan motif-motif sendiri, Ahmad juga menerima pesanan motif-motif tertentu sesuai keinginan pelanggan. Beberapa pelanggan telah memesan binder yang  bermotif  klub sepakbola favoritnya.

Ahmad tidak berambisi mencari untung banyak, yang penting masyarakat bisa memperoleh manfaat dari usahanya tersebut. Hanya dengan uang lima belas ribu rupiah, masyarakat bisa mendapatkan sebuah binder cantik ini.

Ahmad ingin produknya menyebar luas di masyarakat. Meskipun hanya menggunakan alat-alat sederhana, dia yakin bahwa binder buatannya bisa bersaing dengan binder-binder lain buatan pabrik. Target selanjutnya, dia ingin produknya merambah ke toko dan swalayan yang lain, seperti Toko WS, Toko Rukun, dan Swalayan Peni.

Dengan ini, mahasiswa yang lain diharapkan tergugah inspirasinya untuk memunculkan produk-produk lain yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika lulus nanti, mahasiswa bisa mengembangkannya sebagai alternatif usaha di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.


Wahyu

back to top