Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jokowi: Ekonomi bebasis sektor riil harus hidup secara massif 2015

fb,Joko Widodo fb,Joko Widodo

KoPi|Presiden Joko Widodo menyampaikanpandangan ekonominya bahwa melemahnyarupiah beberapawaktu ini adalah akibat imbas dari ekonomi Rusia yang mengalami ‘capital outlow’ besar-besaran yag menimbulkan tekanan ekonomi Rusia. Sehingga membuat Pemerintah Rusia menaikkan suku bunganya.

Menurutnya, hal ini wajar dalam Pasar Mata Uang dunia yang merupakan sifat  spekulasi mata uang. Selain itu banyak spekulan pasar uang mulai melakukan antisipasi terhadap kemungkinan naiknya dinaikkan tingkat suku bunga oleh The Fed, kemarin rupiah sempat bergejolak namun beberapa hari ini setelah adanya intervensi pasar oleh Bank Indonesia, rupiah mulai tenang kembali.

Untuk itu, menurut Jokowi, apa yangakan dilakukan pemerintah adalah menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah selama semester Idi tahun 2015. Pada semester I 2015 tersebutdisampaikan Jokowi sebagai momen untuk membangkitkan ekonomi berbasis sektor riil secara massif.

“Kita tidak boleh lagi menggantungkan pembiayaan pembangunan berbasis hutang luar negeri dan juga meleset terhadap pengalihan dana subsidi. Bila sektor riil berhasil menggeliat dan dunia keuangan internasional melihat ada usaha yang serius dari ekonomi Indonesia terhadap keberpihakan di sektor riil maka mata uang Rupiah dengan sendirinya menguat.

Selain itu pasar-pasar yang menyerap sektor riil di dalam negeri dibangkitkan, pasar-pasar luar negeri diperluas dan pemerintah membantu akses bagi perluasan lemparan produk kita ke pasar luar negeri. Volume ekspor yang tinggi adalah jawaban utama memecahkan persoalan volatilitas rupiah.

Secara umum Fundamental ekonomi Indonesia kuat, dan adanya kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Saya yakin badai rupiah pasti berlalu, karena seluruh rakyat Indonesia bekerja keras dengan jiwa yang tulus menjaga bangsa ini.” Demian tulis Joko Widododalam akunFBnya (23/12).| E Hermawan


back to top